Pages

Subscribe:

Labels

December 6, 2011

10 Kejahatan tak terpecahkan

Kejahatan  yang tak terpecahkan seperti udara penuh misteri yang melayang di atas kita. Tidak ada titik temu dari kejadian tersebut yang ada hanya  pertanyaan. Bertahun-tahun kemudian, orang masih berdebat tentang apa yang sebenarnya terjadi, tentang siapa atau apa yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut, dan pada akhirnya sang penjahat seperti biasanya masih tetap tidak diketahui, hilang tanpa jejak dan sewaktu-waktu bisa beraksi kembali.

Berikut adalah 10 kisah kejahatan yang tak terpecahkan. Apa yang membuat kasus-kasus ini tetap menjadi misteri ? Karena mareka adalah misteri.

10. Pembajakan Dan Cooper
24 Nopember 1971


Penerbangan tidak terduga oleh Dan Cooper dengan menumpangi pesawat Boeing 747 tujuan Seattle  dikabarkan membawa dan memiliki bom bersamanya. Cooper tidak bermaksud melukai siapapun. Permintaannya cukup sederhana, uang sejumlah  200.000 US Dollar dan empat buah parasut. Setelah Cooper menerima tebusan yang telah ditukarkan dengan para sandera, pesawat yang ditumpanginya melanjutkan penerbangan dan beberapa menit kemudian, Cooper terjun dengan parasut dari tangga pesawat dan tidak pernah terlihat kembali.
Sketsa wajah D.B. Cooper
Pada 1980, FBI menemukan lembaran uang tebusan sejumlah 6.000 US Dollar dekat sungai Columbia, yang memunculkan dugaan kalau Cooper selamat setelah dia terjun dari pesawat. Pada akhirnya, Richard McCoy, yang memperagakan aksi perampokan di pesawat empat bulan kemudian, diyakini adalah Cooper, namun dugaan itu patah karena McCoy tidak berada di lokasi kejadian waktu itu. Petunjuk lainnya mengarah ke John List, yang menolak keterlibatannya pada kasus tersebut, namun kemudian di dakwa atas tuduhan pembunuhan.

Saat ini, Sidik jari Cooper di database FBI masih dicocokkan dengan database para tersangka, tapi belum ada juga titik temu pada kasus ini.

9. Pencurian di Museum Seni Gardner
18 Maret 1990

Isabella Stewart Gardner membuka museum pribadinya di Boston pada 1903. Museum yang terkenal dengan koleksi seni klasik dan modernnya ini ternyata pernah menjadi sasaran pencurian terbesar sepanjang sejarah Amerika.
Para pencuri menyamar sebagai polisi, dengan leluasanya berhasil masuk dan keluar dari museum bersama 13 benda karya seni bernilai hampir 200 juta US Dollar. Diantara barang seni yang berhasil dicuri terdapat  tiga hasil karya seniman pelukis Rembrandt dan lukisan Vermeer.
Lukisan Jan Vermeer bernilai jutaan dolar yang ikut dicuri
Tak seorangpun yang bisa dijadikan tersangka, akan tetapi penyelidikan FBI di tahun 2005 menjadi petunjuk dari rangkaian pencurian barang seni hingga ke penadahnya. Petunjuk bermula dari kejadian tahun 1999, ketika Carmello Merlino dan David Turner ditahan untuk kasus percobaan dan perencanaan  pembajakan mobil anti peluru yang berisi uang.
buku yang ditulis berdasarkan perisitwa

Insting pihak kepolisian menyimpulkan sebuah petunjuk bahwa dua orang tersebut terlibat pada kasus pencurian di Museun seni Gardner bersama dengan lukisan yang sudah terjual pada jaringan penadah di wilayah Eropa dan Amerika.Turner menyangkal semua tuduhan keterlibatannya sementara Merlino mengakuinya dan menyatakan kalau dia bisa menceritakan dimana barang seni tersebut berada selama ini. 


8. Perampokan jutaan yen di Jepang
10 Desember 1968.

Empat orang pekerja Ginko Shintaku Nihon sedang membawa 300 juta yen, yang merupakan dana untuk pekerja di perusahaan Toshiba, dengan mobil. Ketika seorang petugas polisi memberhentikan mobil mereka dengan alasan kalau mobil mereka diduga membawa bahan peledak. Sopir mobil itupun turun dari mobil dan membiarkan polisi tersebut memeriksa kendaraannya. Ketika ledakan bom asap membuat semuanya jadi samar-samar, Polisi tersebut lalu memerintahkan sang sopir untuk lari menyelamatkan diri. Sang “Polisi” lalu masuk kedalam mobil dan membawa lari mobil berisi uang jutaan yen tersebut.

sketsa pelaku perampokan jutaan yen di jepang
Mengandalkan lebih dari 100 bukti yang ditemukan termasuk sepeda motor  polisi yang digunakan oleh pelaku yang ternyata palsu, namun semuanya sia-sia. Penyelidikan melibatkan 100.000 tersangka, dan petunjuk utamanya mengarah kepada seorang pemuda 19 tahun, anak dari seorang polisi. Pemuda itu akhirnya bunuh diri sehingga tak ada lagi jejak dan petunjuk dari kasus tersebut sampai lewat batas kadaluarsa dari kasus tersebut. Sementara itu, teman dari pemuda tersebut telah ditahan dengan beberapa tuduhan termasuk tuduhan kepemilikan sejumlah uang yang tidak diketahui sumbernya.  Setelah tidak ada tuduhan kejahatan dan hukum yang bisa dituduhkan kepada tersangka perampokan misterius tersebut, siapapun pelakunya saat ini bisa saja masih berkeliaran diluar sana.


7. Pembunuhan Bob Crane
29 Juni 1978

Bintang dari Hogan’s Heroes, Bob Crane tengah berbahagia menikah dengan kekasihnya semasa SMA. Namun setelah bertahun-tahun berumahtangga, pernikahannya pun berantakan setelah dia terjerumus ke kehidupan dengan sisi gelap bersama kawannya, John Carpenter. Carpenter bekerja di perusahaan electronic dimana keduanya lalu memproduksi hiburan pornografi. Di malam yang sama saat persahabatan keduanya sudah semakin erat, Crane ditemukan tewas secara sadis.
Bob Crane in "Hogan's Heroes"
Senjata pembunuhnya tidak pernah ditemukan, tapi petunjuk lain mengarah ke Carpenter. Dia menelepon ke rumah Crane saat polisi sudah berada disana, tanpa menanyakan mengapa polisi berada dirumah Crane. Darah juga ditemukan di mobil rental yang digunakan Carpenter yang sama dengan golongan darah Crane.
Bob Crane in 1975
Pada 1992, darah tersebut lalu di test DNA, namun tidak ditemukan kecocokan  karena kondisinya sudah lama tersimpan. Namun demikian Carpenter tetap saja dituduh meskipun pengadilan sudah mengetahui eratnya persahabatan keduanya. Carpenter dijatuhi hukuman dan meninggal pada 1998.


6. Pembunuhan Jonbenet Ramsey
25 Desember 1996

Seorang gadis kecil yang cantik, JonBenet Ramsey tinggal bersama keluarganya di Boulder, Colorado. Sehari setelah natal, ibunya, Patsy, menemukan surat yang meminta tebusan sebanyak 118.000 US Dollar. Mengetahui surat permintaan tebusan itu, polisipun dihubungi, dan delapan jam kemudian, pencarian yang dilakukan oleh pihak keluarga dan kerabat di sekitar rumah akhirnya menemukan  mayat JonBenet berada di ruang Basement.
Jonbenet Ramsey
Surat tebusan yang diterima keluaga Ramsey
Polisi tidak menemukan tanda-tanda orang luar masuk secara paksa kedalam rumah dan surat tebusan itupun ditulis diatas kertas milik keluarga tersebut. Tulisan pada surat tebusan itu mirip dengan tulisan tangan yang ada di slip cek bonus yang baru saja diterima oleh Ayah  korban, John Ramsey dan tulisan tangan Patsy  tidak  sesuai dengan tulisan di surat ancaman tersebut.


Oleh karena itu, pihak penyidik yakin kalau sang pembunuh bukanlah orang-orang penghuni rumah itu, mengacu pada jejak kaki misterius di basement, tali aneh yang ditemukan dikamar tidur, dan bukti DNA yang tidak sesuai. Pada 2006 , polisi Thailand menahan John Mark Karr yang mengaku kalau dia tengah bersama JonBenet saat dia tewas, namun DNA miliknya tidak cocok dengan bukti yang ada dan diapun lepas dari tuduhan.



5. Tupac Shakur dan Biggie Smalls
7 September 1996 dan 9 Maret 1997
Tupac Shakur dan Christopher Wallace (aka Biggie Smalls atau Notoriuous B.I.G) adalah dua penyayi rap yang sangat terkenal ketika mereka dibunuh dengan rentang waktu hanya beberapa bulan saja. Saat berkunjung ke Vegas untuk menonton pertandingan tinju. Tupac lalu pulang dengan mobil bersama Suge Knight, wakil pendiri Death Row Records. Saat Pintu mobil  terbuka, letusan tembakan diarahkan ke mereka  yang mengenai Tupac sebanyak empat kali.
Tupac Shakur in Memoriam
Sama halnya dengan Tupac. Biggie saat itu menghadiri sebuah pesta di LA Peterson Automotive Museum ketika dia diberitahu kalau pestanya sudah selesai lebih cepat dari jadwal.Biggie pun pulang dengan mengendarai mobil, tiba-tiba dua mobil menghentikan laju mobil Biggie dan seorang berdasi menembak Biggie empat kali dengan sadis.
Biggie Smalls in memoriam
Dua kasus penembakan tersebut berada di lokasi yang sangat ramai, namun tak seorangpun yang menjadi tersangka. Alasan mengapa pembunuhan tersebut sulit karena para saksi mata takut untuk berbicara. Beberapa menyebut bahwa polisi korup dan jaringan lebih besar berada dibelakang dua kasus ini. Saat gank berdasi, masalah hutang dan setoran pajak menjadi motif yang memungkinkan. Beberapa berpendapat kalau Suge Knight mungkin saja terlibat dalam dua kasus pembunuhan ini untuk menjebak saingannya, namun rencananya gagal.


4. The Black Dahlia
15 Januari 1947


Elizabeth Short menetap di L.A, pasca kematian tunangannya,Matthew Gordon. Dia seorang aktris yang penuh inspirasi, dia sempat menyebutkan mengenai filmnya selanjutnya disurat terakhir yang ditulisnya. Pada 9 Januari 1947, Robert Manley mengantarnya ke Hotel Baltimore, dimana dia menghilang beberapa jam setelahnya. Pada 15 Januari, mayatnya dtemukan dalam kondisi sudah terpotong-potong dengan sayatan terbuka diwajah, mulai dari pinggir mulut hingga ke telinga.

Elizabeth Short
Penyidikan menemukan banyak tersangka termasuk 60 pengakuan tanpa bukti. Media setempat menyebut kasus ini dengan julukan “The Black Dahlia” yang diidentikkan dengan warna rambut dan  misteri yang menyelimuti kasus ini. Disamping Manley, salah satu tersangka utamanya adalah, Mark Hansen, pemilik Nightclub yang serumah dengan Elizabeth dan terhubung dengan sejumlah informasi pribadi yang dikirimkan ke beberapa Koran setempat.
Lokasi penemuan mayat Elizabeth

Woody Guthrie, Orson Welles dan Bugsy Siegel juga menjadi tersangka lain pada waktu yang sama. Beberapa pendapat sejarawan mengarah  kepada Dr. Walter Bayley yang tinggal satu blok dari TKP dan memiliki anak perempuan yang mengenal saudari dari Elizabeth. Pihak penyidik yakin kalau Sang pembunuh mempunyai latar belakang medis dan pendapat lain bahwa istri dari Bayley mengetahui sesuatu tentang kasus ini dan masih menyimpan rahasia gelap tersebut.

Beberapa kasus besar bisa lepas melalui celah yang kosong…


3. Lenyapnya Jimmy Hoffa
30 Juli 1975

Dimulai pada tahun 1957, Jimmy Hofa adalah presiden The Teamsters Union. Dia menyuarakan persatuan di sektor transport kepada seluruh warga Amerika , namun dia juga melukai apa yang diperjuangkannya dengan menggunakan kekuatan massa untuk mengintimidasi. Setelah dipenjara karena menyuap Jaksa, Hoffa lalu dibebaskan oleh Presiden Nixon dan selanjutnya dikabarkan menghilang dari Restoran Manchus Red Fox, Michigan dalam perjalanannya untuk bertemu dengan Anthony Giacalone dan Anthony Provenzano yang dikenal sebagai penggalang massa.
Danny Hoffa
Kabar hilangnya Hoffa yang baru saja diterima menjadi petunjuk terbaik saat itu. Bukti DNA menyimpulkan Hoffa berada didalam mobil milik temannya di Teamsters, Charles O’Brien di hari menghilangnya Hoffa. Rekan –rekannya Richard Powell, Louie Milito dari Keluarga mafia Gambino, dan pembunuh bayaran Richard Kuklinski adalah beberapa diantara tersangka yang diduga bertanggungjawab atas hilangnya Hoffa yang diperkirakan sudah tewas.
Danny Hoffa dan keluarga, 1957
Pendapat yang paling meyakinkan menyebut nama Frank Sheeran, pembunuh bayaran spesialist Mobilisator, yang mengaku kepada mantan jaksa penuntut Charles Brandt kalau dia telah membunuh Hoffa karena kejahatan mobilisasi massanya, pada tahun 2004.


2. Jack The Ripper
Agustus hingga November 1888

Pada 1888, Seorang pembunuh menyerang beberapa PSK di Distrik Whitechapel di London. Diketahui sudah jatuh lima korban jiwa dengan banyak korban lagi yang masih diperdebatkan kebenarannya. Salah satu tanda bukti sadisnya pembantaian yang dilakukan disamping kondisi TKP yang ditinggalkannya, adalah bahwa dia dapat membunuh di area dimana Akses public, dengan jalanan, pintu masuk dan lorong-lorong yang sangat kompleks berada. Hal ini membuatnya mudah tertangkap, tapi lebih  membuat stress pihak yang ingin meringkusnya.
Ilustrasi Jack the Ripper
Kasus Jack The Ripper tidak memperoleh satupun tersangka,- meski sudah banyak yang mengaku sebagai Jack The Ripper bertahun-tahun lamanya, termasuk catatan  pengarang Lewiss Carroll dan seniman Walter Sickert. Nama Jack The Ripper telah ditulis dalam bermacam surat yang ditujukan ke Scotland Yard yang masih diragukan keasliannya.
Sketsa yang diperkirakan wajah "Jack the Ripper"
Polisi belum memiliki teknologi seperti saat ini, jadi mereka mengandalkan sukarelawan untuk mengamati orang dengan prilaku mencurigakan dijalanan. Disaat petunjuk masih sedikit, satu barang bukti saat pembunuhan terjadi berupa secarik kain yang tertinggal dibawah gambar graffiti anti-Semitic dimana pelakunya tidak diketahui. Sepertinya kasus Jack The Ripper tidak akan pernah terungkap tapi dia berhasil menawarkan kepada para Sejarawan kesempatan untuk menceritakan bagaimana Media selama ini menutup-nutupi keberadaan seorang pembunuh berbahaya.   


1. Zodiak Killer
1968-1969

 Zodiak Killer yang legendaries meng-klaim telah membunuh 37 orang, namun detektif Cuma mengakui lima pembunuhan yang terbukti dilakukan oleh Zodiak Killer. Setelah pembunuhan di bulan Desember 1968 dan Juli 1969, si pembunuh mengirim tiga lembar surat kepada Harian San Fransisco bersama 408 potongan symbol kriptogram. Kode Kriptogram berhasil dipecahkan namun belum memberikan petunjuk berarti tentang identitas sebenarnya dari Zodiak Killer. Beberapa surat dan sandi kriptogram masih terus dikirimkan oleh pelaku (belum ada yang bisa jadi petunjuk) usai pembunuhan terjadi.
Polisi memperkirakan pembunuhan berhenti pada 1969, namun surat berantai ini masih terus berlanjut hingga pertengahan tahun 70-an.

sketsa sosok Zodiac Killer
Banyak kecurigaan mengarah ke Arthur Leigh Allen,  seorang maniac yang tertangkap dengan barang bukti pisau berlumuran darah di mobilnya di hari yang sama ketika Zodiak Killer membunuh.  Ironisnya, baik Allen dan The Zodiac Killer saling menghargai kisah pendek dari permainan paling berbahaya dimana bercerita tentang kisah dari perburuan mereka yang menganggap hewan sudah tidak menantang lagi untuk diburu dan saatnya berburu manusia.

sketsa wajah Zodiac Killer
Meskipun tiga bukti mengarah kepada Allen namun dia tidak pernah ditahan dikarenakan tidak adanya kecocokan Test DNA, pemeriksaan tulisan tangan dan sidik jari keduanya.



 
 



0 comments:

Post a Comment

Quotes of the Day