Pages

Subscribe:

August 18, 2014

Daniel Schwartz: CEO termuda Burger King yang Sukses

Daniel Schwartz, CEO Burger King
Daniel Schwartz adalah CEO termuda yang pernah dimiliki Burger Kings. Ia masih berusia 33 tahun. Jarang sekali kita menemukan CEO dari sebuah perusahaan publik besar yang semuda ini. Setelah Mark Zuckerberg-nya Facebook, Schwartz mungkin adalah CEO termuda dari perusahaan yang masuk Fortune 1000. Namun bukan itu kelebihannya, bukan hanya soal usia. Hanya dalam 13 bulan bekerja, CEO muda berusia 33 tahun ini telah merestrukturisasi total Burger Kings.

Setelah mengelilingi dirinya dengan tim manajemen yang sama-sama muda, termasuk seorang Chief Financial Officer berusia 28 tahun, Daniel Schwartz membantu mengubah rantai burger ini menjadi “mesin uang”, tulis Devin Leonard untuk cerita sampul terbaru Bloomberg Businessweek. “Hari-hari ini Burger Kings berperilaku lebih seperti startup dari pada raksasa rantai burger,” tulisnya.

Salah satu produk Burger King
Menariknya, ini adalah kali pertamanya Schwartz berkecimpung langsung di industri makanan cepat saji. Sebelum Burger Kings, ia adalah seorang analis di sebuah perusahaan keuangan di Boston, dan setelahnya, ia bekerja untuk 3G Capital, perusahaan ekuitas swasta Brasil yang kemudian dibeli oleh Burger Kings pada tahun 2010.

Sadar dengan minimnya pengalamannya dalam industri ini, Schwartz menghabiskan beberapa bulan pertamanya berlatih langsung di restoran Burger Kings. Ia membersihkan toilet, membuat burger, dan berinteraksi dengan pelanggan.
Fasilitas Dhrive Thru juga ada di Burger King
Pengalaman ini membuatnya menarik kesimpulan bahwa menu yang rumit membuat pengambilan keputusan pelanggan menjadi semakin lama, yang kemudian jadi efek domino: melambatkan pesanan dan memperpanjang antrian. Maka ia menyederhanakan penawaran rantai burger ini ke dalam paket-paket yang lebih mudah untuk disusun.

Di bawah arahan 3G, Schwartz telah membantu mengurangi jumlah tenaga kerja Burger Kings dari 38.884 sampai 2.425 dengan me-refranchising restoran. Berarti, para pekerja sekarang melapor langsung ke pemilik waralaba. Dia juga telah memotong pemborosan anggaran pada banyak fasilitas eksekutif, termasuk kantor mewah yang disebut karyawan mereka sebagai “Mahogany Row” dan pesta tahunan 1 juta dolar di sebuah kastil di Italia.

Schwartz juga berhasil menegosiasikan kesepakatan dengan operator restoran di Brazil, Tiongkok, dan Rusia, yang mana kemudian menumbuhkan jumlah restoran Burger Kings di seluruh dunia sebesar 12% menjadi 13.667 sepanjang tahun lalu. Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan mereka meningkat 2% dan laba bersih mereka berlipat ganda hampir dua kali menjadi $60,4 juta.

Mungkin, usia muda memang berpengaruh terhadap keputusan cepat ala Daniel Schwartz. Namun kami percaya bahwa etos kerja jauh lebih berpengaruh pada kesuksesannya.

Sumber: yahoo.co.id