Pages

Subscribe:

February 16, 2015

Ole Kirk Christiansen dan Kisah Inspiratif berdirinya LEGO Company



Pendiri mainan blok LEGO

Kisah inspiratif kita kali ini akan mengangkat kisah sukses seseorang bernama Ole Kirk Christiansen berikut sejarah lahirnya LEGO, sebuah perusahaan mainan terbesar dari Denmark  yang didirikannya. Ole Kirk dikenal sebagai pencipta mainan konstruksi set paling populer di dunia dan berikut ini kisah suksesnya yang penuh dengan perjuangan dan kegagalan yang akhirnya menjadikan ia sukses.


LEGO, merupakan salah satu merek mainan paling terkenal didunia, bahkan sampai mengalahkan Hasbro dan boneka Barbie, tapi tahukah kita kalau  perusahaan asal Denmark itu memulai usahanya sebagai produsen umum produk kayu.  
Ole Kirk Christiansen
Meskipun berawal dari produsen kayu, LEGO mampu tumbuh pesat dimana saat ini banyak perusahaan konstruksi bahkan meniru set konstruksi yang mereka ciptakan. Seth Godin pernah berujar: “Jika produk anda berbentuk replika, maka anda sudah berhasil membuat sebuah mahakarya”

Masa anak-anak yang dimulai dari mainan kayu
Sejarah LEGO dimulai pada 1932, saat Ole Kirk Christiansen (7 April 1891 – 11 Maret 1958) mendirikan The Danish Company yang memproduksi barang untuk keperluan sehari-hari. Ole Kirk lahir di desa Filskov, yang berada diantara wilayah Sonder Omme dan Central Jutland Denmark. Dia salah seorang anak dari 10 orang bersaudara. Ayahnya bernama Jens Niels Christiansen dan ibunya bernama Kirstine (Andersen) Christiansen.

Produk yang dihasilkan oleh perusahaan Ole sebagian besar terbuat dari bahan kayu, dimana pemasukan terbesarnya  berasal dari penjualan tangga dan papan setrikaan. Akan tetapi permintaan barangnya turun drastis saat terjadi krisis keuangan global.

Dalam situasi seperti itu, Ole mesti segera menemukan cara  guna menyelamatkan perusahaannya, dan jalan keluarnya adalah dengan membuat mainan kayu, dimana permintaan permainan kayu sangat tinggi bahkan di kondisi perekonomian yang sulit pada waktu itu.  Asisten pribadi Ole, tidak lain adalah putranya, Godtfred Kirk Christiansen, yang sudah mulai bekerja dengan ayahnya diusia 12 tahun.
Rumah Pabrik ditahun 1935 (Kiri) dan foto tahun 2005 (Kanan)
Setelah produksi mainannya mulai berjalan, Christiansen mesti mencari nama untuk perusahaannya. Ia lalu memerintahkan seluruh karyawan untuk mengusulkan sebuah nama bagi perusahaan mereka. Hasilnya, ada banyak nama yang muncul, namun Christiansen akhirnya memilih nama yang ia  peroleh sendiri – LEGO, yang berasal dari bahasa Denmark, Leg dan Godt, yang jika disatukan berarti “Terus bermain”. Beberapa tahun kemudian, Ole menyadari kalau arti kata LEGO berarti “menyusun” dalam bahasa Latin. Sayangnya, fakta tersebut nantinya bakalan memberi dampak serius untuk masa depan perusahaan.

Saat LEGO baru mulai berproduksi, hanya ada 7 karyawan yang dipekerjakan dan semuanya berprofesi sebagai tukang kayu yang begitu antusias menciptakan sesuatu yang baru, dan tentu saja mereka peduli dengan kualitas produk. Ole Christiansen punya motto sendiri – “Der bedste er ikke for godt” yang artinya “yang terbaiklah yang pantas”. Kalimat tersebut lalu dicetak dan dipajang didinding diatas ruang karyawan.

Hingga tahun 1936, perusahaan berhasil memproduksi 42 mainan berbeda. Semua mainan tersebut harganya cukup mahal berbeda dengan harganya saat ini. Beruntung perusahaan tidak hanya memproduksi mainan saja, tapi juga produk kayu lainnya.
Gerhardt Kirk Christiansen
Pada 1940, terjadi banyak hal yang ikut mempengaruhi sejarah perusahaan. Pertama, pabrik dan gudang LEGO satu-satunya sempat terbakar. Segera setelah direstorasi, perusahaan lalu memutuskan untuk hanya membuat mainan saja. Saat itu Jumlah karyawan terus bertambah dan mencapai  40 orang ditahun 1943. Hingga setahun kemudian, pada 1944, Ole Kirk Christiansen akhirnya secara resmi mendaftarkan perusahaan yang ia beri nama “LegetOjsfabrikken LEGO Billund A/S”.

Pada 1947, Ole dan Godtfred memperoleh sample “blok bangunan pengunci” dari bahan plastik, produksi Kiddicraft. Model blok bangunan tersebut ternyata sudah dikembangkan dan dipatenkan di Inggris oleh Mr. Hilary Harry Fisher Page, seorang Psikolog anak.

LEGO pun akhirnya memutuskan untuk beralih dari produsen bahan kayu ke bahan plastik. Untuk itu, keluarga Christiansen memutuskan membeli mesin cetak-injeksi terbesar di Denmark, sehingga mereka bisa memulai memproduksi mainan plastik dalam jumlah besar. Boleh dibilang, mesin cetak injeksi itu memaksa mereka membelanjakan uang sebanyak 30 ribu crown, uang yang sangat banyak pada waktu itu, dengan asumsi harga mainan termahal saat itu seharga 36 crown.

Diakhir era 40-an, LEGO berhasil memproduksi sekitar 200 model mainan plastik dan kayu. Akan tetapi set mainan LEGO masih belum terkenal seperti saat ini. Pada 1958, setelah sang ayah meninggal dunia, Gottfried Christiansen yang mewarisi perusahaan kemudian mematenkan desain mainan blok modern. 
Mobil-mobilan kayu, salah satu produk LEGO merk BILOfix
Model blok LEGO yang sudah modern itu, dipantenkan pada 28 Januari 1958, jam 01.58 siang. Sistem desainnya serba baru, dimana susunan blok jauh lebih kuat. Oh iya, guys. Mainan LEGO zaman itu ternyata masih cocok dengan sambungan LEGO saat ini. Cuma baru tahun 2014, LEGO memproduksi mainan selain model blok dengan merk , BILOfix.

Masa depan produk LEGO
Pada 4 Februari 1960, Divisi LEGO yang memproduksi mainan kayu hangus terbakar akibat tersambar petir. Insiden itu merupakan insiden kebakaran kedua yang menimpa pabrik LEGO. Setelah peristiwa itu, perusahaan memutuskan untuk tidak melanjutkan produksi mainan kayu dan tetap fokus pada mainan plastik. Setelah masa itu, LEGO berhasil menjual lebih dari 50 jenis paket mainan kebeberapa negara diseluruh dunia. Pada tahun 1962, LEGO mendirikan perusahaan penerbangannya sendiri yang berlokasi di Bellund, Denmark dan sejak itu Paket mainan LEGO mulai diimpor ke Amerika Serikat.
Foto keluarga tahun 1935: Oleg K. Christiansen (atas), Godtfred (tengah), dan Kjeld (bawah)
Tidak dipungkiri bahwasanya, langkah LEGO membuka jalur impor ke luar negeri mendatangkan banyak keuntungan dengan meningkatnya angka penjualan bagi perusahaan asal Denmark tersebut. Dua tahun setelahnya LEGO merilis buku panduan yang berisi tutorial cara membangun blok-blok LEGO sesuai dengan gambar yang ada di paket dosnya, yang mana konsep tersebut menjadi standard paket yang masih berlaku hingga saat ini.

Tidak hanya itu, LEGO juga mulai lebih memperhatikan pembeli mereka dengan menerima berbagai saran dan kritik yang ternyata berhasil memperbaiki kualitas produk mereka. LEGO satu-satunya perusahaan pada waktu itu yang menerapkan pendekatan berbasis pelanggan dan melakukan survey tehadap apa yang dibutuhkan mereka, dan setelah menganalisis masukan dari pelanggan, mereka lalu mengembangkan produk-produk baru. Sebagai hasil dari itu semua, mereka berhasil menciptakan produk terlaris didunia – LEGO Train Set (Paket mainan kereta api).

Sekedar informasi, hingga pertengahan tahun 60-an, ada lebih 500 orang yang bekerja dipabrik LEGO, namun sayang perusahaan belum juga mengalami perubahan drastis.  Pada tahun 1963, selulosa Asetat, material yang awalnya digunakan pada pembuatan mainan LEGO, digantikan oleh material lain, Acrylonitrile Butadiene Styrene (ABS plastic material) yang masih digunakan hingga saat ini. ABS plastic material, bersifat non-toxic, kurang kandungan prone-yang biasanya digunakan dalam pembentukan dan pemberian warna pada mainan, bahan ini juga lebih tahan panas dibanding Selulosa Asetat. Mainan LEGO dari bahan ABS Plastik ini mulai dibuat tahun 1963 dan tetap dalam bentuk dan warna yang sama hingga 40 tahun kemudian, dan tetap masih bisa dikoneksikan dengan mainan LEGO yang diproduksi saat ini.
Mainan LEGO yang terbuat dari ABS Plastic Material
Perkembangan mainan LEGO yang cepat
Berbicara tentang mainan LEGO pada masa itu, dimana banyak orang beranggapan kalau LEGO semata-mata hanya fokus pada produksi mainan konstruksi untuk segmen cowok. Tapi itu tidaklah benar, karena LEGO juga memproduksi mainan cewek dalam berbagai macam jenis. Sebagai contoh, pada tahun 70-an, LEGO membuat “rumah-rumahan boneka” beserta perabot didalamnya. Meskipun begitu, saat ini memang LEGO tetap fokus pada mainan konstruksi untuk konsumen cowok. LEGO tidak bermaksud untuk mendiskriminasi kaum cewek namun faktanya para cowok-lah yang lebih menyukai mainan konstruksi.

Tanggal 7 Juni 1968, LEGO membuka wahana bermain, LEGOLAND, yang dibangun diatas lahan seluas 59 hektar di Denmark. Selama musim pertama dibuka, wahana ini telah dikunjungi 625.000 orang.

Logo LEGO yang sangat terkenal diseluruh dunia, ternyata didesain tahun 1973, dan pada 1974, logo untuk LEGO figures – LEGO family pun dibuat. Paket mainan tersebut ternyata membawa sukses besar bagi LEGO diseluruh dunia. Ditahun yang sama, pabrik LEGO AG di Baar, Zug, Switzerland, pun dibuka, dan disinilah pertama kalinya mainan LEGO dibuat diluar negara asalnya, Denmark (dimana pada 1992, namanya kemudian diubah menjadi LEGO Produktion AG).
Logo LEGO
Pada 1977, LEGO Group dipimpin oleh cucu Ole, bernama Kjeld Kirk Kristiansen. Sejak saat itu, LEGO Group memproduksi bebagai macam set mainan tematik, dimana set mainan tersebut dibuat pertama kali pada 1979 dan diberi nama LEGOLAND-Space. Moment itu lalu menginspirasi tim desainer LEGO untuk membuat ribuan set mainan dengan berbagai macam tema. Tema Luar angkasa merupakan mainan tematik yang pertama dibuat dan menjadi mainan tersukses dizamannya.

Jenis mainan LEGO berkembang dengan sistem yang saling terhubung satu sama lain, namun yang paling utama ialah karena para pembeli  sangat menyukai produk LEGO yang mereka anggap sangat orisinil, atraktif, dan menarik. Pada 1980, para penggemar LEGO mengekspresikan kecintaan mereka dengan membangun menara raksasa setinggi 13,1 meter menggunakan susunan LEGO. Mengagumkan, bukan?. Tapi tunggu dulu, itu belum seberapa!. Pada akhir tahun 90-an para fans juga membuat menara lainnya menggunakan susunan LEGO di Moscow, setinggi 24,88 meter, dan sempat masuk Guinness Book of Record. Hingga pada tahun 2008, mereka membangun lagi, namun kali ini, mereka membangun menara LEGO tertinggi didunia dilokasi Legoland Windsor Theme Park, Inggris. Konstruksi tersebut terdiri dari 500.000 buah LEGO, setinggi 30,48 meter.
Menara yang dbangun dari susunan LEGO sebanyak 500.000 buah pada 2008
Pada tahun 1986, Group LEGO berhasil menjadi pemasok mainan  di Royal House of Denmark. Dan seperti biasanya, gelar yang diberikan oleh pihak kerajaan menjadi iklan paling menarik untuk  perusahaan. Pada 1990-an, permintaan terhadap mainan LEGO meningkat tajam diseluruh dunia, namun bukan berarti tak ada kendala sama sekali seperti yang dialami oleh perusahaan mainan sejenis, bernama ATKO. Meskipun pada dasarnya ATKO Toys memiliki perbedaan dengan mainan LEGO yang asli disamping kualitasnya yang kurang bagus.

Masa Resesi dan bangkit kembali
Pada 2003 perusahaan LEGO mengalami krisis. Mainan konstruksi mereka kurang diminati konsumen seiring dengan maraknya permainan Video Games. CEO baru LEGO, Jørgen Vig Knudstorp, merubah total fokus strategi perusahaan. Ia lalu mengalihkan produksi 19 juta mainannya ke negara dengan biaya produksi rendah serta meluncurkan beberapa software digital design dan games interactive seperti Star Wars untuk konsol Wii  atau game Online Mars Mission untuk pengguna PC.
Jørgen Vig Knudstorp, LEGO CEO
Game online lainnya dari LEGO Universe mulai dirilis pada 2010. Game ini mengharuskan para pemainnya membangun set mainan LEGO menurut virtual design yang telah mereka buat. “Akan ada lebih banyak lagi hal selain susunan blok dan kotak saja” Knudstorp berujar. “Setiap orang akan menghasilkan ide-ide baru”. Hal inilah yang menjadikan LEGO mengalami perubahan yang dramatis, menderita kerugian 300 juta USDollar ditahun 2004 dan memperoleh keuntungan 280 juta ditahun 2007.

Nah, Guys. Demikian sekilas sejarah mengenai awal berdirinya perusahaan mainan asal Denmark, LEGO. Semoga kisah diatas bisa menjadi motivasi bagi kita dalam menciptakan sesuatu yang baru. (MY).