Pages

Subscribe:

November 15, 2015

Tadao Kashio dan Sejarah berdirinya Casio Computer Company

Tadao Kashio, pendiri Casio Computer Co., Ltd.


Kisah Sukses kali ini mengangkat sejarah dari tokoh inspiratif asal Jepang bernama Tadao Kashio, seorang Insinyur, penemu dan pengusaha sukses asal Jepang yang dulunya menjabat sebagai President Casio Computer Co., Ltd. Saat ini, perusahaan yang dipimpin oleh Tadao Kashio telah menjadi satu dari beberapa kompetitor ternama dibidang industri kalkulator elektronik, jam tangan elektronik, dan PC (komputer pribadi), serta menjadi leader di pasar global.

Awal mula karir
Tadao Kashio (樫尾忠雄) lahir pada 26 November 1917, di Kureta-mura (sekarang bernama kota Nankoku) Prefektur Kōchi, Jepang. Sebagai anak kedua dari pasangan Shigeru Kashio (Ayah) dan Kiyono Kashio (Ibu), Tadao Kashio juga mempunyai saudara laki-laki, bernama Kazuo, Toshio, dan Yukio. Masa kecil dimana Penemu ternama Jepang tersebut tumbuh besar tidak beda jauh dengan anak-anak pada umumnya, sebuah rumah dengan satu jendela menghadap ke bangunan istana kuno yang sudah berdiri beberapa abad sebelum Penyair ternama Jepang, Kobayashi Issa, menetap disana.


Hingga 1923, orang tua Tadao hidup sebagai petani padi di desa mereka. Hingga bulan September 1923, setelah gempa bumi Kanto yang dahsyat menghancurkan Tokyo dan menewaskan lebih dari 100.000 orang, keluarga Kashio memutuskan pindah ke kota atas ajakan seorang paman yang ingin dibantu membangun kembali tempat tinggalnya yang hancur. Disana, keluarga Kashio memutuskan untuk memulai hidup baru yang lebih baik dengan harapan agar anak-anak mereka mendapat pendidikan yang layak di kota.

Sayangnya, hidup tak semudah yang mereka bayangkan. Gaji sang Ayah yang berprofesi sebagai kuli bangunan sangatlah kecil dan untuk memperoleh penghasilan tambahan untuk biaya sekolah anak tertuanya, Shigeru Kashio, mesti memangkas uang transport-nya. Yap, Setiap hari, sang ayah berjalan kaki selama 5 jam pulang pergi dari rumah ke tempat kerjanya. Melihat pengorbanan sang Ayah, Tadao berusaha keras agar tidak mengecewakan ayahnya. Pada 1929, Tadao lulus Sekolah dasar dan pada 1931, ia lulus ketingkat pendidikan selanjutnya dengan predikat siswa terbaik. Selepas lulus sekolah, Tadao lalu bekerja di sebuah perusahaan daur ulang kaleng minyak. Setelah itu ia lalu bekerja di perusahaan yang memproduksi medali militer untuk tentara. Manajer perusahaan ternyata kagum dengan kinerja Tadao dan mengizinkan Tadao magang sebagai operator peralatan mesin di pabrik Enomoto. Disana lagi-lagi Tadao memperlihatkan kinerja yang bagus dan bekerja dengan baik. Tiap hari ia berangkat kerja lebih awal dan pulang kerja paling akhir. Ketekunan dan kinerjanya yang sangat baik lalu mencuri perhatian sang pemilik pabrik, Hiroshi Enomoto yang kemudian membujuk agar Tadao melanjutkan studinya di Sekolah Buruh Waseda (sekarang bernama ‘Waseda University’) guna memperdalam ilmunya, sembari terus bekerja di pabrik.
Sekolah Buruh Waseda (Waseda University) Tempat Tadao menimba ilmu.
Langkah awal Karir dan pernikahan
Setelah menyelesaikan studi di Sekolah Buruh Waseda, Tadao lalu bekerja di Radio pembangkit tenaga Listrik dan disana ia menunjukkan keahliannya sebagai manajer dan penemu. Disana ia bekerja sangat keras hingga tenaganya banyak terkuras karena kelelahan. Ternyata ia juga menderita penyakit Tuberkulosis (TBC) yang membuat tubuhnya sangat kurus, sehingga seragam militer tidak pas dibadannya. Pada masa itu,  Kondisi tubuh Tadao sangatlah memalukan bagi seorang pria di Jepang. Saking malunya  dengan kondisi badannya, Tadao bahkan tidak berani melihat mata orang-orang yang memandangnya.

Meski begitu, Kata Menyerah tidak ada dalam kamus Tadao Kashio. Ia lalu memutuskan untuk membantu negaranya semampu yang ia bisa yaitu dengan cara menyediakan apa saja yang dibutuhkan oleh para tentara Jepang untuk memenangkan perang. Ia kemudian mengambil tindakan nyata. Bengkel Pabrik dimana Kashio bekerja ternyata memiliki produk lengkap dengan kualitas barang terbaik. Meskipun begitu, hal itu masih belum cukup mengakomodasi ambisi seorang Tadao muda. Ia memimpikan teknologi produksi yang lebih modern yang tidak dibatasi oleh perintah dari Kepala pabrik, dan itu hanya ia bisa dapatkan jika ia memiliki pabrik usaha sendiri.

Pada musim panas 1942, dipertengahan Perang Dunia II, untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir, Kashio bersaudara berhasil memproduksi beras dengan jumlah dua kali lipat.  Berbeda dengan beras Cina yang murah, mereka memproduksi beras asli Jepang berkualitas tinggi yang dihasilkan oleh petani-petani terampil. Sebagaimana yang sudah kita ketahui, kalau Tadao memulai usaha pertamanya dengan memproduksi komponen pesawat terbang. Merasa keterampilannya sudah memadai, Tadao lalu membeli mesin bubut milik pabrik tempat ia bekerja dengan harga murah disamping terus menjalin kerjasama dengan rekanan potensial. Mesin bubut itu kemudian ditempatkan dalam gudang di lahan dekat rumah yang sengaja didesain untuk menampung peralatan seperlunya saja. Setelah mempertimbangkan segala hal serta musyawarah dengan anggota keluarga lainnya, akhirnya mereka memutuskan untuk segera memulai usaha .

Dari usaha produksi suku cadang pesawat militer, Tadao akhirnya bisa melunasi hutangnya di Bank dan memiliki cukup uang untuk acara pernikahannya. Sang Ibu, Kiyono Kashio, beberapa tahun sebelumnya sudah memilihkan calon pendamping buat Tadao, tapi mereka mesti menunggu uang Tadao cukup, karena di Jepang butuh biaya besar untuk melaksanakan acara pernikahan. Akhirnya, pada 1943, Tadao Kashio dan Shige Noguchi resmi menikah.

Casio Computer Company
Akhir Perang Dunia II berdampak langsung pada kehidupan keluarga Kashio. Pesawat pengebom Amerika telah menghancurkan rumah mereka, Produksi pabrik juga menurun seiring dengan dihentikannya permintaan alat-alat militer oleh pemerintah. Belum lagi Saudara Tadao jadi pengangguran seusai menjalankan tugas sebagai tentara. Pada suatu hari, Tadao membeli sebuah mesin produksi dengan harga sangat murah. Dengan mesin itu, ia lalu membuat berbagai macam alat rumah tangga, seperti panci penggorengan, kompor minyak, dan mesin pemanas. Semua barang tersebut sangat dibutuhkan di masa pasca-perang yang sulit. Masalah yang muncul kemudian ialah bahwa mesin produksi tersebut berada dalam gudang yang berjarak 300 Km dari Tokyo dan sangat sulit menemukan alat transportasi yang bisa membawanya ke kota Tokyo. Hingga Ayah Tadao menemukan solusinya. Ia lalu meminjam sebuah kereta roda dua yang kemudian ia kaitkan dengan sepeda miliknya. Selanjutnya Ayah Tadao lalu membawa mesin seberat 500Kg itu dengan mengayuh sepedanya, dan butuh waktu berminggu-minggu untuk bisa mengantar mesin tersebut hingga sampai ke Tokyo. Namun siapa sangka jika seluruh jerih payah Ayah Tadao itu nantinya akan berbuah manis.

Pada April 1946, Tadao Kashio mendirikan perusahaan bernama Kashio Seisakujo (Casio Computer Company), yang menjual berbagai macam alat mekanik sederhana. Tadao lalu minta agar Toshio Kashio, ikut bergabung dengannya, dan disetujui oleh sang kakak. Toshio. Sendiri memperoleh keterampilan elektrikalnya saat ia bekerja di Kementrian Komunikasi (sekarang bernama NTT) namun ia memutuskan keluar dari situ agar ia bisa berinovasi dengan ilmu yang ia miliki. Singkat cerita, sebuah pabrik-mini berhasil didirikan dihalaman rumah mereka, dimana Tadao dan Toshio memulai pekerjaannya. Saat itu mereka memproduksi barang-barang sederhana, seperti pipa “yubiwa”, Cincin yang berfungsi sebagai tempat dudukan rokok, serta membuat alat pemanggang biskuit jagung.
Pipa "Yubiwa" buatan Kashio, Cincin yang berfungsi sebagai pegangan rokok
Pasar Jepang saat itu lagi jatuh akibat perang dimana semua barang mesti dijual murah karena para pembeli sudah tidak memiliki uang banyak. Pipa yubiwa dengan dudukan rokok yang mereka buat memiliki dua fungsi. Pertama, orang masih bisa merokok sambil bekerja, kedua, bagi perokok yang menghisap rokok tanpa filter, bisa menghabiskan seluruh rokok mereka tanpa harus khawatir tangan mereka terbakar. Manfaat lainnya yaitu, memungkinkan orang Jepang untuk merokok di tempat pemandian tradisional khas Jepang, Sentō. Rokok tidak akan terlepas dari jari yang basah, dimana orang Jepang sering berkeringat karena bekerja selama 10 jam sehari. Karena fungsional itulah sehingga ‘cantolan rokok’ buatan mereka laku keras di pasaran.

Keuntungan yang diperoleh dari mesin produksi mereka tidak hanya menolong keluarga Kashio bangkit dari kesulitan ekonomi pasca-perang tapi juga membantu mereka merencanakan bisnis masa depan. Pada masa itu, Tadao Kashio, sudah mengetahui sistem kerja mesin kalkulator dan semua yang ia miliki mengarahkannya untuk memulai bisnis tersebut.

Pelopor Kalkulator elektrik pertama.
Pada 1949, Tadao menghadiri ajang Business Show, yang berlangsung di Ginza, Tokyo, disalah satu gedung Teater, di Tokyo. Dipanggung saat itu sedang berlangsung kompetisi menghitung cepat antara tentara Amerika yang menggunakan kalkulator elektrik raksasa melawan Akuntan dari Jepang yang menghitung dengan alat Abacus klasik sederhana. Para penonton yang menyaksikan kompetisi harap-harap cemas dimana sebagian besar mereka mendukung tim dari Amerika; sebab pada waktu itu rakyat Jepang berharap negara mereka tidak hanya terkenal dengan samurainya tapi juga karena pencapaiannya dibidang tekonologi dan ilmu pengetahuan.

Setelah melihat kompetisi tersebut, Tadao Kashio terinspirasi untuk memproduksi kalkulator dalam jumlah banyak. Hingga pada Januari 1950, Tadao menawarkan pada Toshio idenya untuk mengembangkan model original dari kalkulator elektrik padahal saat itu mereka belum memiliki pabrik sendiri, sehingga mereka mesti mencari ide inovatif lainnya.

Pada masa itu, sebagian besar kalkulator dijalankan dengan roda gir mekanis dan tak satupun yang menggunakan sirkuit elektronik seperti saat ini. Kalkulator produksi Jepang ialah kalkulator dengan roda gir dan tuas yang dioperasikan dengan tangan. Meskipun Kalkulator dengan motor kecil untuk menggerakkan roda gir telah digunakan di negara lain, akan tetapi belum bisa diproduksi di Jepang karena memerlukan material khusus dan tenaga insinyur berkualitas.

Kalkulator Elektrik lebih cepat dibanding kalkulator manual sebelumnya, namun sangat bising karena roda gir yang berputar lebih cepat. Toshio Kashio kemudian berusaha mencari cara guna mengurangi suara bising yang ditimbulkan dengan lebih memilih menggunakan komponen sirkuit elektrik dibanding perangkat mekanis. Hingga akhirnya, terciptalah purwarupa kalkulator tanpa gir buatan Toshio Kashio. Keunikan Kalkulator ini ada pada kumparan induktansi yang disebut solenoid.

Keluarga Kashio bekerja keras mencari uang untuk mendanai proyek pengembangan kalkulator baru mereka dimana pada malam harinya mereka fokus pada perbaikan kalkulator elektrik buatan mereka. Ternyata mengerjakan proyek baru itu tidak mudah. Karena tidak punya cukup dana untuk menyewa tenaga ahli dari luar, maka Tadao Kashio menyerahkan pekerjaan teknis pada saudaranya Toshio. Hingga pada 1954, setelah menjalani lusinan ujicoba, akhirnya mereka berhasil menciptakan kalkulator elektrik pertama di Jepang. Mereka lalu mempresentasikan temuan mereka pada Bunshodo Corporation, perusahaan yang menjual peralatan kantor, termasuk kalkulator. Sayangnya, Bunshodo Corporation tidak puas dengan produk mereka dengan alasan bahwa kalkulator Kashio sudah ketinggalan jaman. Kekurangan produk mereka karena tidak bisa melakukan perkalian. Setelah memproses sebuah perhitungan, hasilnya mesti direset agar bisa dikalikan dengan angka lainnya. Hal itu tidak membuat Tadao Kashio putus asa. Ia lalu meminjam dana di Bank dan melanjutkan pekerjaannya.

Selama masa pengembangan kalkulator, Kashio bersaudara menemukan fakta bahwa bukan hanya kemampuan dasar kalkulator mereka yang ketinggalan jaman tapi  juga Prinsip kerjanya. Mau tidak mau, mereka harus merubah segalanya dan beralih ke sistem relay yang lebih modern. Tidak lama berselang, dua bersaudara, Kazuo dan Yukio, ikut bergabung dengan tim Kashio Seisakujo. Masing-masing anggota tim memiliki tanggung jawab yang berbeda: Tadao dan Kazuo mengurus unit produksi, Toshio fokus pada pengembangan ide, dan Yukio yang lulusan Universitas jurusan mekanikal, membuat draft kerjanya.
Kashio bersaudara, (dari kiri kekanan) Toshio, Kazuo, Tadao, Yukio
Pada 1956, Keluarga Kashio mulai mendesain sebuah kalkulator yang bisa mengerjakan proses perkalian. Pada masa itu, kebanyakan kalkulator masih menggunakan arus listrik untuk menggerakkan pinion internal. Dengan maksud membuat kalkulator lebih kecil dan bisa diproduksi dalam jumlah banyak, Tashio Kashio mendesain ulang kalkulatornya. Kashio bersaudara lalu menerapkan skema relay switchgear stasiun telepon, membuang elemen solenoid, serta mengurangi banyaknya relay dari yang jumlahnya ribuan menjadi 341. Mereka juga mendesain sendiri relay yang tidak akan terganggu oleh debu. Hasilnya, sebuah kalkulator yang tidak lagi bekerja dengan gir mekanis. Kalkulator dengan 10 tombol angka yang mirip dengan perangkat modern saat ini.

Dipenghujung 1956, Tadao Kashio dan saudaranya berniat untuk melakukan presentasi penemuan mereka di Sapporo. Namun saat akan memuat produk mereka ke pesawat di Haneda Airport, kalkulator mereka kelebihan batas ukuran yang diperbolehkan. Petugas bandara lalu menyarankan agar Kashio bersaudara melepaskan bagian atas kalkulator mereka. Meski sudah dijelaskan kalau hal itu bisa merusak kalkulator tersebut, tetap mereka berdua harus melepas bagian atasnya. Setiba di Sapporo, mereka lalu memasang ulang mesin kalkulator, namun sayang, kalkulator tersebut tidak menyala. Meski mereka berusaha memperbaikinya, tetap kalkulator mereka rusak. Sehingga mereka hanya membuat presentasi mereka dalam bentuk slide.

Setelah kembali kerumah, Perwakilan perusahaan Uchida Yoko Co., Ltd menghubungi mereka. Ia meminta Tadao Kashio bisa datang kekantor dan mendemonstrasikan alat penemuan mereka. Mereka mendapat kabar tersebut dari Branch Manager yang sempat melihat presentasi mereka berdua di Sapporo. Uchida Yoko yang sudah familiar dengan perusahaan Kashio Seisakujo percaya dengan reputasi mereka berdua dan setelah presentasi, Uchida Yoko langsung menawakan kontrak kerjasama penjualan eksklusif.

Pada Juni 1957, produk model pertama 14-A, diluncurkan, sekaligus menandai berdirinya perusahaan Casio Computer Co., Ltd. (“Casio” merupakan bentuk pengucapan dalam bahasa inggris dari nama  keluarga, Kashio).

Sebuah kalkulator tipe baru seberat 140 Kg, lebar 1080mm, tinggi 780mm, dan tebal 445mm, merupakan terobosan tercanggih pada saat itu. Casio 14-A adalah sebuah kalkulator generasi pertama pada masa itu yang beroperasi dengan 14 digit nomor. Harga jual kalkulator tersebut ¥485,000 (atau senilai US$ 11,318.59 untuk kurs saat ini, dimana saat itu, antara tahun 1949 dan 1971, nilai tukar Yen berkisar ¥360 per US$1). Karakteristik teknis Kalkulator relay buatan Casio yang lebih unggul dibanding kalkulator luar negeri memungkinkannya dijual dengan harga lebih tinggi. Sukses bagi Casio – karena orang Jepang lebih memilih produk lokal dibanding produk impor dari luar, baik itu beras maupun mesin.
Casio 14-A, merupakan Kalkulator relay pertama buatan Casio
Kesuksesan kreasi kalkulator super-accurate milik Casio didukung juga oleh pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara matahari terbit tersebut. Hal itu menyebabkan Perusahaan Casio Computer Co., Ltd. Banjir pesanan.


Naik turunnya kondisi perusahaan dan Filosofi Casio
Pada 1960, Tadao Kashio menjadi President perusahaan. Produksipun ditingkatkan, dengan dibangunnya pabrik di Yamato-machi, Kitatama-gun (sekarang bernama Higashi Yamato City).  Para pekerja pabrik juga disekolahkan di sebuah kampus teknik yang memang sengaja dibuka untuk mereka. Tidak lama kemudian, Casio Computer merilis TUC Compuwriter, sebuah alat cetak form otomatis yang terhubung dengan mesin ketik elektrik, serta kalkulator A-1 yang didesain untuk keperluan ilmiah. Produktivitas perusahaan tidak menurun bahkan saat sang presiden perusahaan mengalami sakit TBC.
TUC Compuwriter, alat pembuat dokumen otomatis, yang bisa dihubungkan dengan mesin ketik dan komputer relay.
Tadao Kashio sudah berusaha semaksimal mungkin mengisi perusahaan dengan semangat juang orang Jepang dan saat itu Tadao sudah bekerja demi keuntungan negara jepang. Impian untuk mewujudkan kerajaan Jepang yang megah sudah lama sirna dan satu-satunya jalan menunjukkan jiwa patriotisme ialah dengan mengembangkan produksi mereka ke negara-negara yang dulu mengalahkan mereka di perang Dunia II. Tak peduli seberapa besar dan elitnya perusahaan orang Jepang, Ia mesti bangga dan  merasakan sukses yang telah ia raih dan kegagalan akan menjadi masalah pribadinya sendiri.

Perusahaan Tadao menjunjung tinggi filosofi itu. Para pekerja bekerja sangat giat karena menganggap sukses perusahaan adalah tujuan hidup mereka. Karyawan didepartemen mesin bekerja dengan tekun sama halnya dengan pimpinan perusahaan. Sebagai contoh, Tashio Kashio, sengaja membuat kabel warna-warni agar karyawannya bisa dengan mudah merakit komponen alat. Kepedulian Kashio bersaudara terhadap karyawannya tidak hanya itu saja. Mereka bahkan menyediakan air minum bersih langsung dari pegunungan untuk para karyawan juga ada makan siang gratis dengan komposisi protein, lemak, dan karbohidrat yang cukup serta dibangunnya lapangan olahraga karyawan disamping pabrik.

Sayangnya, aktifitas olahraga-lah yang hampir menjatuhkan perusahaan. Kashio bersaudara malah sibuk bermain golf sehingga pekerjaan pengembangan teknologi menjadi terlantar. Situasi ini di manfaatkan betul oleh perusahaan kompetitor, salah satunya: Sharp Corporation yang segera meluncurkan produk kalkulator elektronik generasi terbaru yang tak lagi menggunakan teknologi relay tapi sistem transistor terbaru. Dampaknya, permintaan Kalkulator relay milik Casio pun menurun drastis.

Era Kalkulator Elektronik
Perusahaan mengalami resesi. Banyak karyawan yang memakai seragam berduka cita sebagai simbol kondisi perusahaan yang sulit. Namun ternyata terjadi sesuatu di lab teknikal pada unit pengembangan fundamental dimana mereka berhasil membuat kalkulator jenis baru.

Para insinyur diperusahaan tengah mengujicoba transistor model prototype dan pada September 1965, Casio Computer meluncurkan produknya bernama 001, sebuah kalkulator desktop elektronik dengan memory on-board. Peristiwa itu menandai dimulainya era baru dimana kalkulator sudah muat diletakkan diatas meja, dan sejak saat itu istilah “Kalkulator elektronik” mulai digunakan. Seiring berjalannya waktu, kalkulator menjadi semakin kecil dan sudah bisa dijumpai dihampir semua kantor di seluruh dunia. Di Amerika sendiri, selama dua tahun, telah hadir kalkulator elektronik pertama Casio yang bisa diprogram, dengan merk Commodore. Rencana kerja Tadao akhirnya mulai membuahkan hasil, dimana pada awal tahun 70-an, reputasi Casio Computers sudah kokoh berdiri.
001, kalkulator desktop elektronik pertama buatan Casio.
Ternyata Memproduksi barang tak semudah menjualnya. Pada saat itu, Kompetitor tengah fokus di pasar domestik, sehingga Tadao Kashio memutuskan memulai promosi inovasinya ke luar negeri, yaitu dibeberapa negara besar di Amerika dan Eropa. Untuk itu, Casio Computer membuka toko cabang dibeberapa negara yang karyawannya dipilih dan diberi pendidikan sesuai dengan lokasi kerja masing-masing.

Pada 1970, Casio Computer mulai masuk kepasar IPO (Saham) dan telah terdaftar di Tokyo Stock Exchange. Di hari pertama perdagangan, Nilai saham Casio naik dari harga penawaran ¥150 ke nilai ¥630. Harga Saham Casio sempat berada di harga ¥640 sebelum ditutup dilevel ¥630, dengan total saham yang diperdagangkan sebanyak 810,000 lembar. Pada 1973, Casio Computer telah terdaftar di Amsterdam Stock Exchange, menyusul di Frankfurt Stock Exchange, pada 1979.

Meskipun demikian, saat itu harga Kalkulator sangat mahal. Orang biasa tidak akan mampu membelinya. Oleh karenanya, President Casio Computer Co. Menugaskan karyawannya untuk menciptakan perangkat yang harganya terjangkau oleh konsumen biasa dan bisa digunakan layaknya Kalkulator pocket (muat dikantong). Akhirnya, pada Agustus 1972, perusahaan berhasil merilis Casio Mini Personal Calculator pertama di dunia yang dibandrol dengan harga ¥12,800 atau setara dengan $231,60 untuk nilai uang saat ini. Untuk penjualannya, Casio Computer juga meluncurkan iklan TV komersial  yang berhasil mendongkrak penjualan perangkat ini. Tidak butuh waktu lama, bagi Casio Mini untuk menguasai pangsa pasar diseluruh dunia, dan menjadikan kalkulator sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Setelah 10 bulan dirilis, Casio Computer berhasil menjual lebih dari 1 juta Kalkulator.
Casio Mini, Kalkulator saku pertama di dunia.
“Saat putra Tadao satu-satunya menginjak usia 5 tahun, President Casio Computer itu lalu mengikuti nasehat istri dan putrinya agar tidak memanjakan sang putra dengan memberikan semua yang ia inginkan. Untuk apa?, agar sang putra tidak manja dan nantinya layak menjadi penerus sang Ayah, menjadi Direktur di perusahaan Casio Computer. Meskipun ajaran tradisional di Jepang tidak membatasi keinginan anak hingga umur 7 tahun, tapi Tadao tetap melaksanakan nasehat istrinya itu demi membangun mental calon pewarisnya kelak. Pada otobiografinya, Tadao juga menuliskan kalau ia tak pernah menyesal mengambil keputusan tersebut, malah ia merasa bersyukur atas saran hebat yang diberikan oleh sang istri.”

Sikap yang diterapkan Kashio di menajemen perusahaannya, sesuai dengan nilai-nilai orang Jepang: Perusahaan mesti dikelola oleh pihak keluarga, namun tiap anggota keluarga harus memiliki nilai kepantasan dibanding karyawan perusahaan yang ada. Untuk itu, tiap anggota keluarga harus berpendidikan tinggi sesuai dengan bidang pekerjaan diperusahaan. Kunci utama kesuksesan Casio, adalah kemampuan menganalisa pengalaman tiap orang dan menghindari melakukan kesalahan yang sama. Kerja keras adalah dasar dari suksesnya usaha; bukan prestasi kita yang diminati pelanggan; Saat ini keberhasilan adalah hal yang utama.

Untuk itulah, Casio Computer membangun beberapa departemen desain, yang masing-masing menangani pengembangan produk yang kemungkinan diminati oleh konsumen dalam waktu, 1 tahun, 3 tahun, hingga  5 tahun kedepan. Serta memproduksi lebih banyak lagi varian produk-produk mereka.

Jam tangan Casio.
Perkembangan Teknologi digital yang terjadi dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh Casio Computer Co., Ltd. Alih-alih membuat perangkat yang fashionable, mereka lebih memilih fokus pada perangkat elektronik dengan komponen mini. Hal ini menjadikan Casio mampu menembus segmen pasar baru dan menguasai industri jam tangan.

Memang saat itu, Switzerland masih menjadi negara nomor satu penghasil jam tangan terbaik didunia disebabkan reputasi mereka yang sudah berabad-abad lamanya. Akan tetapi, pada akhir 1960-an, perusahaan produsen jam tangan terkemuka di Eropa itu melakukan kesalahan fatal dengan mengeluarkan statement bahwasanya memproduksi jam tangan elektronik akan merendahkan martabat mereka.

Awalnya jam tangan digital merupakan aksesoris fashionable yang harganya sangat mahal. Namun ternyata, jika jam tangan digital diproduksi secara massal, maka biaya produksinya menjadi berkurang, dan itu sangat menguntungkan dibanding membuat jam tangan mekanik tradisional. Para Produsen Jam tangan di Eropa, yang masih percaya kalau masih banyak orang yang lebih memilih jam tangan chronometers tradisional yang fashionable, malah mempersilahkan perusahaan jam tangan asal Cina dan Jepang untuk memproduksi jam tangan digital dengan harga murah.

Hingga tahun 1970, Perusahaan di Asia telah memasarkan jam tangan digital mereka dan mulai mengembangkan produk dengan kualitas lebih bagus. Produsen jam Eropa yang menjual jam tangan mahal (harga diatas $400), baru sadar kalau mereka telah kehilangan pangsa pasar jam tangan murah (jam tangan seharga dibawah $70) juga setengah dari pangsa pasar jam tangan untuk segmen menengah.

Tadao Kashio menjadi salah satu “Penjajah” yang menghancurkan monopoli jam tangan dari produsen Eropa dengan menciptakan berbagai jenis jam tangan inovatif yang menjadi populer diseluruh dunia. Dengan segudang pengalaman di lapangan, memiliki merek yang sangat terkenal, serta daya tarik bagi investor, Tadao Kashio merasa yakin siap memasuki persaingan di era pasar baru. Ia berani mengambil resiko tapi dengan pertimbangan yang matang. Casio telah memproduksi berbagai jenis jam tangan dengan harga yang beragam, mulai dari yang termurah hingga jam tangan mewah mahal yang mengusung nama besar perusahaan.

Casio Computer Co., Ltd. Adalah salah satu perusahaan pertama yang memproduksi jam tangan Quarts juga jam tangan yang mampu menampilkan zona waktu yang berbeda termasuk menampilkan temperatur, tekanan atmosfir, ketinggian, bahkan Positioning System displays. Jam tangan Global buatan Casio saat ini menjadi ciri khas perusahaan sama halnya dengan produk kalkulator, mereka.

Pada November 1974, Tadao Kashio mengumumkan produk baru mereka, CASIOTRON. Jam tangan elektronik pertama yang tak hanya menampilkan waktu secara akurat tapi juga ada fasilitas kalender otomatis, termasuk bulan dan tahun kabisat. Model jam tangan itu sesuai dengan motto Casio, yaitu: “Waktu adalah proses perbaikan yang terus menerus.”
CASIOTRON, jam tangan elektronik pertama buatan Casio.
Dari tahun 1980, Casio Computer Co., Ltd. Mulai menerapkan teknologi digital lewat konsep fundamental mereka. Pada Januari 1980, perusahaan kembali merilis Casiotone-201, Sebuah kibor musik elektronik yang mampu memainkan musik elektronik. Selain itu, Casio juga membuat beberapa macam perangkat elektronik seperti Pocket LCD TV Set, Processor bahasa Jepang, home videophones, sistem navigasi mobil, Radio, mesin cetak, pagers, electronik notebook, dan banyak lagi produk yang secara langsung mampu meningkatkan gaya hidup masyarakat dunia.

Rahasia Kesuksesan
Tadao Kashio bukan hanya seorang pengusaha sukses tapi juga direktur terlama sebuah perusahaan selama 28 tahun. Setelah pensiun pada 1988, Saudaranya, Toshio Kashio mengambil alih jabatan direktur, sedang kan dua orang saudaranya, Kazuo dan Yukio menjabat posisi tinggi diperusahaan. Pada 13 Mei 2015, Kazuo Kashio resmi menjadi President and CEO di Casio Group; Yukio Kashio menjabat sebagai Direktur Casio Micronics Co., Ltd sekaligus sebagai Representative Director Casio America, Inc. Sementara Tadao Kashio tetap aktif sebagai konsultan perusahaan hingga ia wafat. Tadao meninggal dunia diusia 75 tahun pada 5 Maret 1993, Tokyo Central Hospital, yang disebabkan kegagalan sistem pernafasan.

Kisah Sukses Tadao Kashio adalah bukti nyata sukses orang Jepang yang bukan karena keberuntungan belaka atau nasib mujur melainkan sukses yang berasal dari sebuah kerja keras dan semangat pantang menyerah. Dua hal inilah yang dimiliki oleh seorang Tadao untuk membangun perusahaannya hingga mampu memimpin didunia industri high-tech dengan menggunakan analisa bisnis dan manajemen inovatif yang agresif namun dengan efisiensi di harga dan teknik pemasaran. Tadao Kashio, yang asli orang Jepang ini menjelaskan kalau sukses yang diraihnya ini disebabkan  layanan jangka panjang yang selama ini ia berikan kepada masyarakat. Di akhir hidupnya, Ia sering mengatakan, “Jika anda ingin bahagia, berikan semua yang anda punya demi kebahagiaan orang lain, sama seperti yang Ayahku lakukan”.

Saat ini Casio Computer Co., Ltd. Masih terus melakukan penelitian dan pengembangan teknologi. Perusahaan yang mempekerjakan sekitar 11,000 karyawan diseluruh dunia, ini telah memproduksi berrbagai macam barang unik seperti: Compact Organizer, Komputer saku yang dilengkapi aplikasi perkantoran, kamera digital, sistem percetakan high-speed, jam tangan G-Shock dengan penerima sinyal jarak jauh, kamera digital mini dengan indikator kedalaman dan suhu air, serta banyak lagi perangkat lainnya. Hingga tahun 2014, Casio Computer Co., Ltd berhasil mencetak angka penjualan mencapai ¥321.7 atau setara $2.699 miliar, dengan kantor utamanya berada di Shibuya, Tokyo.
Kantor utama Casio yang berada di Shibuya, Tokyo.
Tadao Kashio sering berujar, jika suatu perangkat tidak sepenuhnya barang asli, berarti itu bukan Casio. Ide inilah yang kemudian menjadi landasan bagi pengembangan perusahaan yang baru. Casio selalu melakukan strategi implemetasi ide-ide baru dan teknologi inovatif pada setiap perangkatnya yang akan selalu mewarnai hidup kita dengan pengalaman baru. Kisah Tadao Kashio menunjukkan pada kita bahwa kesuksesan yang ia raih saat ini berasal dari kerja keras, ketekunan, dan tim profesional yang terintegrasi.

Nah, Guys. Semoga kisah Tadao Kashio bersama Casio Computer Co., Ltd, ini bisa menginspirasi kita semua agar juga bisa menciptakan inovasi baru. (MY),