![]() |
Benarkah Naga itu ada? apakah mereka hanya hewan mistis yang hidup di dimensi lain? |
Dari zaman dulu hingga
sekarang, sudah banyak cerita dan laporan dari berbagai belahan dunia tentang
adanya penampakan makhluk legendaris yang sering kita sebut sebagai NAGA!.
Mungkin kita akan mengira, kalau mereka yang mengaku pernah melihat naga adalah
orang yang aneh atau bahkan seorang pembohong. Diluar itu semua, ada satu info
menarik tentang indikasi adanya naga dimana di negara Cina pernah sekali ditemukan sebuah tengkorak
kepala makhluk aneh dengan dua tanduk dikepalanya yang awalnya para ahli
mengiranya sebagai fosil spesies Tyrannosaurus
bertanduk. Bukan hanya itu saja, pada Juli 1976, sebuah bangkai makhluk
misterius yang sudah membusuk yang dikira sebagai naga laut, juga ditemukan di pinggir pantai Framboise, N.S.
NAGA YANG HIDUP DALAM LAUT
Sepanjang sejarah,
Naga Air adalah jenis naga yang sering dilaporkan penampakannnya dimana
kebanyakan peristiwanya terjadi pada awal abad ke-20. Penampakan naga air yang
paling ilmiah bukti keberadaannya ialah yang dilaporkan oleh Peter Karl va Esling, Kepala Kebun
Binatang Hague, yang mengaku sering
melihat naga selama ia berlayar dalam misi mengumpulkan spesies bawah laut di
perairan Atlantik tahun 1860.
Esling mengaku telah melihat
makhluk reptil raksasa berwarna biru-perak yang berkilauan. Makhluk itu
berenang mengitari kapalnya kemudian menghilang masuk kedalam laut tanpa
menimbulkan percikan air sedikitpun. Mata makhluk itu sangat indah dengan pupil
vertikal serta ekspresi wajah penuh wibawa. Kulitnya seperti cermin yang
memantulkan cahaya matahari.
Makhluk itu juga
memiliki jambul berwarna biru dan hijau dikepalanya. Meski pada akhirnya
menghilang kedalam laut dan tidak muncul lagi, Esling memperkirakan panjang
makhluk itu sekitar tujuh meter dan dipunggungnya terdapat semacam sirip.
Memang terlihat seperti hewan melata namun beberapa kru kapal mengaku sempat
melihat kaki dan cakar dari makhluk yang kemudian mereka beri nama Megophias.
NAGA LAUT TERLIHAT DI PERAIRAN PANTAI TIMUR
Naga termasuk makhluk
laut yang suka berada diperairan yang tenang dan nyaman. Mereka sering muncul
saat cuaca cerah, dengan sinar mentari yang hangat dimana air laut sangat
tenang. Mereka lebih memilih berenang diperairan hangat, menghabiskan musim
panas di Hemisphere bagian utara dan
bermigrasi saat musim dingin menuju ke perairan bagian selatan.
Sudah banyak sekali
laporan yang masuk tentang penampakan dari monster laut atau naga. Sebagian
besar saksi mata tesebut berprofesi sebagai ilmuwan, pendeta, atau utusan gereja.
Dalam sebuah artikel
yang ditulis oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Perancis-Amerika, bernama Rafinesque-Schmaltz, tahun 1817,
menceritakan tentang seekor makhluk laut dengan panjang dua ratus kaki (60
meter) sempat terlihat oleh W. Lee
pada 1805, dekat wilayah Cape Breton
dan New Foundland. Wanita itu mengaku
melihat makhluk dengan punggung berwarna hijau gelap, yang kemudian meliuk
masuk kedalam air dengan suara berisik yang aneh.
Penampakan pertama,
tercatat terjadi di perairan Kanada pada 15 Juli 1825, di pelabuhan Halifax. Kali ini penampakan itu
disaksikan oleh banyak orang dari tempat yang berbeda. Mereka menggambarkan
tubuh makhluk itu sebesar batang pohon, memiliki delapan punuk atau tonjolan
dibadannya dengan panjang sekitar 18 meter.
Makhluk yang sama juga sempat muncul di musim panas
berikutnya dan disaksikan oleh William Warburton, di selatan New Foundland.
Pada 15 Mei 1833, di Mahoney Bay, sekitar 65 kilometer
sebelah barat Halifax, tiga orang
petugas dan dua tamtama dari Angkatan Laut negara sedang beristirahat diatas dek sebuah kapal ikan, saat tiba-tiba
pada jarak 150-180 meter didepan mereka muncul penampakan:
... Kepala dan leher makhluk laut itu terlihat seperti
ular pada umumnya, kepalanya tinggi menjulang dengan leher meliuk sehingga
mereka bisa melihat percikan air disekitar makhluk tersebut. Ia berenang dengan
cepat hingga menimbulkan gelombang air. Tubuh bagian depannya berada diatas
air, sehingga mereka memperkirakan panjang mahkluk itu sekitar 24 meter.
Memang cukup sulit
memperkirakan ukuran sebuah benda yang ada didalam air. Ukuran kepala makhluk
itu diperkirakan sekitar 1,8 meter belum termasuk bagian lehernya yang jika
digabung dengan panjang tubuhnya maka bisa diperoleh ukuran 25 sampai 30 meter.
Leher makhluk itu hampir sama dengan ukuran batang pohon. Kepala dan lehernya berwarna cokelat
gelap atau agak hitam dengan garis putih tak beraturan. Berikut nama para saksi
mata yang mengaku melihat penampakan naga pada saat itu:
W. SULLIVAN, Kapten,
Rifle Brigade, 21 Juni 1831.
A. MACLACHLAN, Letnan,
ditto, 5 Agustus 1824.
C. P. MALCOLM, Letnan muda, ditto, 13 Agustus 1830.
B. O'NEAL LYSTER, Letnan Artileri, 7 Juni 1816.
HENRY INCE, Pengurus Pelaksana
di Halifax.
NAGA LAUT DI PANTAI BARAT
Setelah peristiwa
penampakan monster laut di Kanada, peristiwa seperti itu tidak pernah lagi
dilaporkan oleh masyarakat setempat selama beberapa tahun dan setelah
mempelajari laporan lainnya, ditemukan fakta bahwa ternyata beberapa saksi mata
sebelumnya menceritakan kisahnya dalam kondisi dibawah tekanan. Diperkirakan
karena khawatir cerita mereka akan mendapat cercaan, merekapun menceritakan
kisah yang kesannya dilebih-lebihkan.
Berikut adalah laporan
yang ditulis oleh Mayor Langley
tentang kesaksian seorang petugas arsip Propinsi bernama F.W. Kemp, yang dimuat di koran Victoria
Daily Times:
“Tanggal 10 Agustus 1932, saat itu aku berada di selat Juan de Fuca bersama dengan
istri dan putraku. Tiba-tiba, istriku memberitahu kalau ia melihat “sosok” misterius
muncul di perairan antara pulau Strong Tide dan pulau Chatam. Aku sempat
terpaku melihat sosok mahkluk raksasa dengan kepala berada diatas permukaan air
sedang berenang melawan arus dengan kecepatan sekitar 6,4 Km/jam. Melihat dari
pergerakannya, aku bisa mengasumsikan kalau makhluk itu lebih mirip reptil
dibandingkan ular.”
“Lebar perairan disitu sekitar 457 meter. Mahkluk itu
berenang ke arah batuan terjal diseberang pulau menuju ketumpukan batu
dipinggir laut sambil menggoyangkan kepalanya, kekiri dan kekanan seperti
mengambil ancang-ancang untuk gerakan berikutnya. Lekukan tubuhnya muncul
bergantian dari dalam laut. Bagian ekornya tampak bergerigi dengan ujung ekor
seperti alat pemukul. Pergerakannya lebih mirip seekor buaya dan mulai dari
kepala hingga sepanjang tubuh bagian atas nampak ada surai yang bergerak
seperti rumput laut.”
“Munculnya makhluk tersebut telah mengubah persepsiku tentang
adanya monster laut. Dari bentuk tubuhnya, sepertinya makhluk itu lebih condong
sebagai hewan prasejarah yang sudah ada sejak jutaan tahun yang lalu. Saat
monster itu berada dibebatuan, istri dan putraku langsung mencari posisi yang
tepat untuk mendapatkan sudut pandang yang bagus. Mungkin karena suara langkah
kaki mereka yang agak ribut, sehingga makhluk itu terkejut dan langsung meloncat
kedalam air dengan cepat.”
“Menurut pendapatku, selain kecepatan yang luar biasa,
makhluk itu juga memiliki kemampuan penciuman, penglihatan dan pendengaran yang
sangat hebat, oleh karenanya sangat sulit untuk bisa mengambil fotonya saat
itu. Sayapun bisa memprediksi panjangnya tidak lebih dari 24 meter. Sebagai
acuan dalam mengukur panjang makhluk itu, saya menggunakan batang kayu yang
berada di pulau Strong Tide yang sempat dilewati sang monster. Karena panjang
batang kayu itu sekitar 19 meter dan makhluk itu sempat berada dalam posisi
sejajar dengan batang kayu dan ukurannya sedikit melebihi panjang balok kayu
tersebut. Saya perkirakan pula, makhluk itu memiliki lebar tubuh sekitar 1,5
meter, dengan kulit berwarna hijau menyala. Kulitnya memantulkan cahaya
matahari seperti bahan alumunium, sedang ukuran kepalanya lebih besar daripada
tubuhnya.”
“Saya tidak menceritakan kisah ini pada orang lain
kecuali pada dua teman dekat saya, karena mereka pasti akan menertawakan atau
tidak percaya dengan cerita saya ini. Tapi buktinya, setahun kemudian, Mayor
W.H. Langley juga mengalami pengalaman yang sama, bertemu dengan monster laut
itu di wilayah yang sama, yaitu disekitar pulau Chatham.”
Selama seminggu
setelah Laporan Langley dipublikasikan, editor berita Victoria Daily times, Archie
Willis, menerima banyak surat yang menyatakan kalau beberapa warga juga
sempat melihat mahkluk tersebut tapi malas melaporkannya karena khawatir
ditertawakan. Salah satu peristiwa yang dilaporkan yaitu peristiwa yang dialami
oleh “Rusty” Beetle dari Port Angeles, pulau Vancouver, yang
mengaku telah melihat makhluk itu beberapa tahun sebelumnya. Saat itu, seekor
hewan yang mirip ular laut besar bergerak mendekati kapal “Rusty” saat ia sedang memancing di selat Juan de Fuca. Panjangnya sekitar 12
meter dengan kepala bersurai mirip kuda atau unta. Hewan itu berenang mengitari
kapal “Rusty” selama 5 - 10 menit. Saat “Rusty” balik ketepi pantai, ia
langsung menceritakan pengalamannya itu kepada si pemilik kapal, yang malah
mengatakan “Rusty” dalam kondisi mabuk saat pergi mencari ikan di laut. Kecewa
karena ceritanya tidak didengarkan, “Rusty” lalu menceritakan kisah itu pada
seorang Jurnalis lokal yang ia kenal, tapi sayang, responnya-pun sama. Ia pun
memutuskan untuk menyimpan cerita itu untuk dirinya sendiri.
Pada 1937, Laporan
tentang adanya monster laut datang dari Timeus
dan istrinya di Sunset Beach,
sekitar 22 mil sebelah utara Vancouver. Sosok monster ini kemudian dikenal
sebagai “gajah laut dari Utara”, salah satu mamalia aneh dan terbesar dilautan.
Hewan ini juga sempat terlihat di Sunset
Bay oleh dua bersaudara, Fred
dan George Lawrence, yang juga masih
kerabat Timeus. Hewan itu memiliki kepala seperti Unta, dengan leher kecil,
dengan tubuh selebar gentong. Panjangnya sekitar 15 – 18 meter. Setelah
peristiwa itu, makin banyak nelayan yang menyatakan pernah melihat hewan yang
sama, bahkan ada yang bersaksi panjang hewan itu sampai 30 meter.
NAGA DI PENJURU DUNIA
Boleh dikata tak ada
hewan mistis yang paling menakjubkan selain Naga. Mahkluk ini bahkan sudah
muncul sejak peradaban manusia itu ada. Naga sering diidentikkan dengan sosok
mahkluk reptil bersayap dengan leher yang panjang, serta sering muncul dalam
kisah atau gambar-gambar kuno sebelum dan menjelang abad pertengahan. Memasuki
masa Perang Dunia II, pemunculan mahkluk ini sudah jarang lagi terdengar.
Kemungkinan karena perhatian dunia
tertuju pada kondisi perang. Hingga memasuki tahun 90-an, dimana pada masa itu
kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong masyarakat untuk berani
menceritakan kisah mereka.
Naga sempat terlihat
di pegunungan Rocky di Alberta dan British Columbia, meskipun
saksi mata saat itu tidak yakin dengan ukuran mahkluk tersebut namun ia
bersikeras telah melihat hewan raksasa setinggi 4,5 meter.
“Mahkluk itu berwarna hijau gelap dan mampu berkamuflase
dengan pepohonan dihutan. Saat itu ia bertengger diatas batu di tepi gunung
kemudian mengibaskan sayapnya dengan perlahan dan memandang ke arah lembah
dibawah. Saat itu aku sementara mendaki gunung, ketika tiba-tiba ia memandang
kearahku. Aku kenal betul lokasi disitu, dan entah kenapa tiba-tiba muncul
beberapa pohon yang sebelumnya tidak ada disitu. Awalnya aku tidak percaya
dengan yang aku lihat, soalnya bentuknya sangat jelas karena berada sejajar
dengan posisiku. Aku berdiri di bukit tepat didepan mahkluk itu berada.
Mahkluk yang sangat indah. Kepalanya panjang dengan
lipatan mata yang besar dan dua tonjolan. Memiliki semacam tanduk dihidungnya.
Di belakang kepalanya terdapat dua tanduk besar menjuntai kebelakang dengan dua
tanduk kecil dibawahnya. Kadang mereka berwarna putih-kelabu dan memantulkan
cahaya perak. Kaki depannya terlihat lebih kecil dari kaki belakangnya yang
sedang mencengkeram tepian batu perbukitan. Sepetinya ia termasuk hewan berkaki
empat dengan punggung bergerigi yang memanjang diantara tanduk hingga ke ekor.
Aku terdiam mematung saat naga itu melihat kearahku. Ia
lalu memiringkan kepalanya layaknya seekor burung kemudian mulai mengepakkan
sayapnya dan meluncur turun dari atas bukit. Ia terbang dengan sangat cantik,
mengepakkan sayapnya beberapa kali sebelum menukik tajam dan menghilang di
samping gunung. Kakiku tiba-tiba lemas hingga jatuh terduduk. Aku sudah
menjelajahi gunung itu selama hampir 10 tahun, dan baru kali ini menyaksikan
sosok naga tengah berkeliaran di wilayah itu. Akupun berpikir: Dimana lagi
tempat paling bagus bagi seekor naga untuk hidup selain di wilayah pegunungan?.
Disana ada wilayah tak berpenghuni, bernama Banff dan Jasper serta ada banyak
rusa besar dan beruang, yang mungkin bisa jadi santapan si Naga. Selain itu, ada
banyak danau serta beberapa goa tersembunyi yang bisa jadi sarang sang naga.
Naga dan misterinya
Naga dan keberadaannya
telah menjadi kisah yang telah dikenal luas dalam kebudayaan Cina dan menjadi
simbol spiritual yang dianggap sakral oleh masyarakat Cina. Tapi benarkah naga
itu ada? Ataukah hanya imajinasi yang timbul dari sisi spiritual manusia.
Apakah sosok mereka benar-benar ada? Hal itu masih menjadi misteri hingga saat
ini. Nah, gaes. Faktanya sudah banyak
sekali kesaksian dari masyarakat dunia yang mengaku telah menyaksikan
keberadaan hewan naga, khususnya dari literatur buku sejarah, kitab kuno dan
manuskrip keagamaan. Berikut beberapa kisah tersebut:
Dalam naskah kuno
berjudul “Lima naga dan Dewa hijau” dari zaman dinasti Qing, menceritakan bahwa ditahun 1503 Masehi, tepatnya dizaman
dinasti Ming. Pada tahun ke-16
kalender Hongzhi, diceritakan lima
ekor naga terlihat terbang diudara, sekitar 10 Li (3 mil) sebelah utara gerbang
kota wilayah Ye, propinsi Henan. Setelah lama melayang dilangit,
tiba-tiba mereka jatuh ketanah dan tidak bisa terbang kembali. Tiba-tiba langit
mendung dan air laut bergejolak.
![]() |
Ilustrasi legenda 5 naga |
Sesosok dewa berjubah hijau nampak turun dari
langit dan saat berada ditanah, naga-naga yang tadi terjatuh langsung
mengelilingi sang dewa. Sesaat kemudian langit kembali cerah dan air laut
menjadi tenang kembali. Akan tetapi kelima naga tersebut belum juga terbang ke
langit. Beberapa waktu kemudian seorang dewa lainnya yang juga berjubah hijau
turun dari langit dan lagi-lagi kelima naga itu bergerak mengelilingi sang dewa
kedua. Tiba-tiba langit kembali mendung. Awan tebal dan kabut pekat menyelimuti
tempat itu dan saat langit cerah kembali, kedua dewa dan lima naga itu
menghilang.
Dalam naskah kuno
milik pemerintah daerah Jiaxing, dikisahkan
bahwa pada bulan September 1588 Masehi, seekor naga berwarna putih terlihat di
danau Ping, di wilayah Pinghu, Propinsi Zhejiang. Naga itu terbang diatas danau dan mengakibatkan sebagian
langit menjadi berwarna merah terang. Seorang saksi mata bernama Shen Maoxiao, yang juga seorang
petugas penulis sejarah kerajaan, melihat seorang dewa berjubah ungu mengenakan
mahkota emas, melayang 30 meter diatas tanah, diantara tanduk naga tersebut.
Sang dewa nampak menggenggam sebuah benda yang mirip sebuah pedang. Setelahnya,
muncul sebuah bola raksasa bercahaya terang dibawah kepala naga.
Dalam naskah kuno
milik pemerintah daerah Songjiang,
dikisahkan bahwa pada bulan Juli 1608 Masehi, seekor naga putih yang mirip
dengan naga yang muncul di danau Ping,
terlihat kembali di sungai Huangpu,
wilayah Songjiang, Shanghai. Sama
seperti persitiwa sebelumnya, Terlihat pula sosok dewa diatas kepala sang naga.
Dalam naskah kuno
milik pemerintah Luoyang, dikisahkan
tentang adanya penampakan naga di wilayah istana. Diceritakan pada masa kaisar Liu Hong dari dinasti Dong Han, pemimpin istana Wenming (saat ini merupakan ibukota
dekat kota Luoyang, Propinsi Henan). Pada 1 Juli 178 Masehi, sebuah
benda raksasa berwarna hitam, jatuh dari langit dan mendarat di halaman timur
Istana Wenming. Benda berbentuk bulat
itu menyerupai atap kereta kuno. Panjang sekitar 20 meter, benda tersebut
kemudian berputar sangat cepat dan mengeluarkan cahaya yang berganti warna.
Benda itu punya kepala tapi tanpa ekor dan kaki. Boleh dibilang naga tapi
bentuknya tidak seperti itu.
Dalam naskah “Sejarah
dinasti Yuan” tercatat adanya penampakan naga didekat gunung Long, wilayah Linxong, propinsi Shandong,
pada bulan Agustus 1190. Naga raksasa itu dikisahkan mampu menerbangkan batu
seberat 500kg keudara.
Ditahun ke-24 kalender
Jian’an dari dinasti Dong Han, diceritakan adanya seekor naga
kuning muncul di sungai Chisui, kota Wuyang. Naga itu sempat berada disana
selama sembilan hari sebelum akhirnya menghilang. Sebuah kuil dan prasasti
dibangun ditempat itu untuk menghormati peristiwa penampakan naga tersebut.
Bulan April, tahun
pertama kalender Yonghe, dari dinasti
Dong Jin (tahun 345), dikisahkan dua
ekor naga berwarna hitam dan putih, terlihat di gunung Long. Kaisar istana Yan
bernama Murong, kemudian memimpin
beberapa orang menuju gunung Long dan
melakukan upacara ritual, 200 mil dari lokasi kedua naga itu berada.
Buku sejarah lokal
milik dinasti Ming dan Qing juga mencatat adanya penampakan
naga. Berdasarkan arsip pemerintah wilayah Lin’an,
dikisahkan bahwa ditahun ke-4 kalender
Chongzen (1631 M), seekor naga raksasa terlihat di danau Yilong, sebelah tenggara wilayah Shiping, Propinsi Yunan. Diceritakan kalau kumis, kaki dan sisik naga itu berada
diatas permukaan laut, dengan panjang puluhan meter. Kemungkinan nama dari dua
wilayah tempat munculnya naga itu terinspirasi dari peristiwa ditempat
tersebut, yaitu kemunculan naga. Di Gunung Long
(gunung naga) dan di danau Yilong
(danau naga aneh).
“Buku revisi dari
dinasti Tang” mencatat bahwa pada
suatu hari diakhir tahun kalender Xiantong,
seekor naga hitam jatuh di deerah Tongcheng
dan tewas seketika akibat luka ditenggorokannya. Panjang naga itu sekitar 30
meter dimana setengah badannya adalah ekor. Ekor naga itu berbentuk pipih dan
bersisik seperti ikan. Memiliki dua tanduk dikepalanya, serta sepasang kumis
sepanjang 6 meter, naga ini juga memiliki kaki dibawah perutnya dengan selaput
berwarna merah.
Dalam buku berjudul
“Tujuh buku dan kitab suci” karya Long
Ying diceritakan bahwa pada suatu hari ditahun terakhir kalender Chenghua, dinasti Ming. Seekor naga jatuh dipinggir pantai wilayah Xinhui, Propinsi Guangdong. Sayangnya, nelayan setempat memukuli hewan itu sampai
mati. Naga berukuran setinggi orang dewasa itu memiliki panjang puluhan meter.
Sosoknya mirip dengan naga klasik yang ada dilukisan cina dengan perut berwarna
merah.
Seekor naga juga
dilaporkan ditemukan di danau Taibai,
pada tahun ke-32 kalender Shaoxing
era dinasti Nan song (1162 M). Naga
itu punya kumis yang panjang dan sisik berukuran besar. Punggungnya berwarna
hitam dan perut berwarna putih serta memiliki sirip dipunggung dan dua tanduk
dikepalanya. Bau hewan ini bahkan tercium sampai bermil-mil jauhnya. Warga
setempat menutupi jasad makhluk itu dengan tikar dan pemerintah memerintahkan
warga untuk mengadakan upacara di lokasi tersebut. Meski begitu, setelah
malamnya terjadi badai, keesokan harinya naga itu ditemukan sudah lenyap dan
hanya meninggalkan jejak seperti selokan besar di lokasi ia berada sebelumnya.
“Catatan Sejarah milik
pemerintah Yongping” mencatat bahwa
pada musim panas ditahun ke-19 kalender Daoguang
(1839 M), seekor naga dikabarkan jatuh di sungai Luanhe wilayah Laoting.
Naga itu terbaring lemah, dan sudah dikerumuni lalat dan belatung. Warga
setempat lalu membuatkan atap peneduh agar sang naga tidak terkena sengatan
matahari langsung disamping mengguyurnya dengan air dingin. Tiga hari kemudian,
setelah malamnya terjadi badai, naga itu tiba-tiba menghilang.
Bulan Agustus 1944,
ratusan warga dari desa Chenjiayuanzi,
wilayah Fuyu, sebelah selatan sungai Songhuajiang, nampak mengelilingi seekor
naga hitam yang terbaring ditepi sungai. Yen
Dianyuan, seorang saksi mata yang masih hidup, bercerita kalau naga itu berukuran
panjang 7 meter dan mirip kadal. Wajahnya mirip dengan naga yang ada dilukisan kuno dan memiliki 7 – 8 helai kumis
tebal. Tubuh atasnya berdiameter sekitar 30cm. Keempat kakinya, seperti
terjebak didalam pasir. Kulitnya bersisik mirip kulit buaya.
Pada musim panas tahun
1953, seekor mahkluk aneh jatuh dari langit diwilayah selatan Propinsi Henan. Beberapa orang lalu mendatangi
lokasi jatuhnya makhluk tersebut. Menurut beberapa saksi mata, sang naga mirip
dengan sosok ikan hiu dimana baunya mengundang ratusan lalat disekitarnya. Jika
itu ikan hiu, seharusnya ia hidup didalam laut?. Oleh karenanya warga sekitar
menganggap hewan itu naga yang jatuh dari langit.
Sosok naga muncul pada 31 Agustus 2000.
Pada tahun 2000,
Kondisi cuaca sebagian besar wilayah di Cina saat itu sedang dilanda
kekeringan. Banyak sungai yang kering dan sumber air minum berkurang ditambah
wabah penyakit yang makin meluas. Masyarakat kesulitan air saat musim panas dan
puncaknya terjadi saat musim semi. Pada 4 Agustus 2000, merupakan akhir dari
musim hujan di desa Heishanzi dan
menyebabkan awan panas menyelimuti desa tersebut. Tiba-tiba, awan tebal
bergulung diatas langit dan menutupi wilayah desa Heishanzi. Warga desa ketakutan karena belum pernah melihat awan
seperti itu sebelumnya. Mereka Cuma bisa
sembunyi dalam rumah sambil mengunci pintu dan jendela. Akan tetapi seorang
pemuda malah keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi. Ia berjalan tapi tak
menemukan hal aneh selain awan tebal yang bergulung. Ia terus berjalan dan tanpa
sadar ia sudah berada diluar desa. Tiba-tiba ia kaget melihat penampakan dua
naga dihadapannya. Dua ekor naga berwarna hitam dan putih, sedang terbaring
ditanah. Ia tak percaya dengan apa yang ia saksikan, sesekali ia menggosok mata
dan mencubit lengannya. Karena sakit, ia tahu kalau ia tak sedang bermimpi.
Pemuda itu lalu
mendekati kedua naga tersebut. Ia melihat dua tanduk, kulit yang bersisik,
cakar serta ekor kedua mahkluk itu mirip dengan gambar naga yang ada dilukisan
kuno, kecuali kumisnya yang terlihat lebih pendek. Ia lalu berbalik dan dengan
cepat berlari menuju desa sambil berteriak, “Ada naga, Ada naga jatuh dari
langit!”. Wargapun segera behamburan keluar menuju lokasi naga tersebut.
Berita mengenai dua
naga yang jatuh dari langit dengan cepat tersebar ke pelosok negeri. Polisi,
pemerintah setempat, para ahli dan mahasiswa, semuanya datang ke desa Heishanzi. Seseorang lalu berhasil
mengabadikan foto orang-orang yang sedang berkerumun untuk melihat naga itu.
Tim ahli dan mahasiswa saling berdiskusi mengenai fenomena tersebut, tap mereka
tidak bisa menyimpulkan hewan apa yang sedang mereka lihat saat itu. Polisi
lalu membubarkan kerumunan massa dan menugaskan beberapa petugas polisi menjaga
kedua naga tersebut. Tiba-tiba angin berhembus dan awan hitam menyelimuti
lokasi mereka, dan saat awan itu mulai menghilang, naga berwarna putih juga
ikut menghilang tepat didepan mata polisi yang berjaga saat itu. Merekapun
kebingungan dan pusing karena naga yang hitam masih berada dilokasi. Disaat
mereka masih terheran, seorang petani tua berumur 70 tahun lalu berkata,
“Kejadian seperti ini pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat waktu itu Cuma
menyiram tubuh naga itu dengan air agar mereka pulang”. Ia lalu meminta bantuan
pemuda desa untuk membuat beberapa tikar untuk tempat bernaung si naga hitam.
Mereka lalu menyiram naga tersebut seperti arahan petani tua, dan berhasil.
Naga hitam itu kemudian menghilang.
Wusong, sebuah kota yang berjuluk “Kota Ginseng” ini berada di sebelah barat
gunung Changbai, bagian tenggara
propinsi Jilin. Tanggal 18 September
2000, jam 6.10 malam, seekor naga terlihat di langit dekat kota dan menariknya,
semua orang bisa melihatnya. Saat itu, langit mulai gelap menjelang malam,
sebuah pancaran cahaya jatuh dari langit, barat laut kota. Langit saat itu
seketika bercahaya dengan sinar warna-warni. Semua orang melihat cahaya itu
bersamaan dengan munculnya seekor naga. Awalnya, Cuma kepalanya yang muncul.
Namun perlahan seluruh tubuhnya muncul, mulai dari mulut, kumis, cakar dan
tubuh bersisiknya, seluruhnya bisa dilihat oleh semua orang. Naga itu
diselimuti cahaya terang, naga itu berputar, bergulung, dan bergerak maju. Ia
membuka dan menutup mulutnya. Masyarakat yang melihatnya terkesima. Ada yang
bergumam “ternyata selama ini naga itu benar-benar ada”. Naga itu menampakkan
diri selama lebih 20 menit. Kebanyakan warga kota melihat kejadian aneh
tersebut. Cahaya terang itu kemudian memudar bersamaan dengan menghilangnya
sang naga.
Nah gaes, itulah beberapa
cerita atau legenda dari makhluk mistis, Naga. Beberapa orang menganggapnya
sebagai dongeng atau legenda fiksi belaka, namun sebagian kita menganggap kisah
itu nyata, khususnya bagi yang mengalami kejadian diatas. So, what do you think about the Dragon?. MY.
Berikut adalah video dimana warga desa di Cina menemukan kerangka aneh yang mereka duga sebagai kerangka naga yang jatuh dari langit. Meskipun banyak yang menganggap video itu hoax dan kerangka itu merupakan kerangka buatan yang dikerjakan oleh tim visual effek di film namun beberapa menganggapnya benar. Well, it's up to you, guys.