![]() |
Pendeta, Hans Schmidt |
Selama
beberapa dekade, beberapa gereja Katolik tidak pernah lepas dari yang namanya
kontroversi, tapi yang paling mengejutkan adalah kisah tentang seorang pendeta
di Amerika Serikat yang dihukum mati akibat kejahatan yang ia lakukan.
Hans Schmidt tidak dijatuhi hukuman karena telah mencabuli anak kecil, tapi karena ia
telah melakukan pernikahan yang melanggar ajaran agama dan berakhir pada
tindakan pembunuhan sadis terhadap kekasihnya yang sedang mengandung anak
mereka. Akibat sok tahunya ia dalam menerapkan ajaran agama mengakibatkan sang
pendeta malah melanggar ajaran kristiani yang paling penting, yaitu: Larangan
membunuh manusia!.
Hans Schmidt
lahir di Kota Bayern, Aschaffenburg
dan telah resmi diangkat sebagai perwakilan gereja antara tahun 1904 hingga
1906.
![]() |
Aschaffenburgh |
Karena tidak patuh terhadap para pemimpin di gereja
membuatnya mesti dimutasi ke gereja St.
John di Louisville, Kentucky.
Disana ia
masih saja berkonflik dengan pendeta lainnya sehingga lagi-lagi ia mesti
dipindahkan ke gereja St. Boniface di
Manhattan.
Disanalah ia bertemu dengan seorang pembantu cantik
asal Austria bernama Anna Aumüller. Tak lama kemudian keduanya
terlibat dengan hubungan Cinta terlarang.
![]() |
Anna Aumüller |
Keduanya saling dimabuk cinta, hingga Schmidt
memutuskan untuk memberkati pernikahannya sendiri dengan Anna.
Schmidt tahu betul, jika status mereka diketahui
publik, maka konsekuensinya gelar pendeta yang ia sandang akan dicopot dari
dirinya.
Hingga puncaknya, ia pun jadi gelap mata. Saat
Schmidt tahu kalau Anna telah hamil, ia kemudian menggorok leher Anna dengan
sebilah pisau.
Tidak sampai disitu, ia juga memutilasi jasad Anna
menjadi beberapa bagian dengan menggunakan gergaji dan membuangnya di East River. Hasil otopsi terhadap jasad Anna kemudian menemukan fakta kalau Anna
sudah akan melahirkan bayinya yang prematur, sesaat sebelum ia dibunuh.
![]() |
Ilustrasi East River pada masa itu |
Saat
potongan tubuh Anna ditemukan, segala bukti lalu mengarah ke Schmidt. Pada sarung
bantal yang digunakan untuk membungkus potongan tubuh Anna terdapat bordiran
huruf “A” yang hanya dimiliki oleh apartemen yang disewa Schmidt untuk Anna.
Saat Detektif menanyakan bekas darah yang
dibersihkan di Apartemennya, Schmidt langsung mengakui perbuatannya. Ia berkata
“Aku mencintainya. Pengorbanan harus diwujudkan dengan darah”
![]() |
Apartemen yang disewa Schmidt untuk anna |
Hans Schmidt akhirnya didakwa dengan tuduhan
pembunuhan tingkat satu dan dihukum mati dengan kursi listrik di penjara Sing Sing pada 18 Februari 1916.
Namun ternyata Penyelidikan lebih lanjut
menemukan fakta baru kalau Anna dan bayinya bukanlah korban Schmidt
satu-satunya.
Jasad seorang anak perempuan berusia 9 tahun
ditemukan tertimbun dibawah gereja lamanya di Louisville. Jasadnya ditemukan dalam kondisi terpotong-potong
persis dengan kondisi jasad Anna. Pada waktu itu, petugas kebersihan St. John
yang dituduh atas kejahatan tersebut dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.
Kabarnya,
Schmidt juga memiliki apartemen kedua yang ia gunakan sebagai pabrik pembuatan
uang palsu.
Tidak hanya itu, Schmidt juga diyakini sering
berkomunikasi dengan seorang dokter. Mereka selalu membahas rencana membunuh
orang demi mendapatkan uang klaim asuransi mereka (sama dengan yang dilakukan seorang
pembunuh berantai bernama H.H. Holmes).
Bahkan di kota kelahirannya di Aschaffenburg, aparat hukum memiliki bukti akan tindakan pembunuhan
yang dilakukan oleh Schmidt, tapi sayangnya ia sudah keburu dihukum mati
sebelum kasusnya dilanjutkan.
Well, Sungguh
ironis memang, bahwa ternyata kejahatan bisa juga bersembunyi dibalik topeng
agama. (MY)