Pages

Subscribe:

August 22, 2014

1916 : Serangan Hiu Terbanyak Sepanjang Masa



Musim Panas ditahun 1916 menjadi tahun dimana berbagai kejadian menarik terjadi. Gelombang panas terjadi dibeberapa negara Amerika dan Eropa, menjadikan pantai ramai dikunjungi orang yang ingin berlibur. Disamping itu di tahun 1916 juga menjadi tahun penyebaran wabah penyakit Polio. Namun peristiwa yang paling diingat oleh warga Amerika di tahun 1916 adalah rangkaian serangan ikan Hiu yang terjadi antara 1 hingga 12 Juli tahun 1916.
Peta Lokasi Serangan Hiu di Jersey, 1916
Sebelum masa itu, pengetahuan orang tentang Ikan Hiu hanya sebatas Hiu sebagai hewan laut biasa. Bahkan para ilmuwan masa itu banyak yang berpendapat kalau Hiu bukanlah hewan yang berbahaya. Hampir tidak pernah diceritakan kala itu kalau Hiu hewan yang berbahaya dan mampu menyerang manusia.


SERANGAN HIU DI PESISIR PANTAI JERSEY
Serangan Hiu pertama terjadi pada 1 Juli 1916. Saat itu, Charles Vansant, Pria berusia 25 tahun sedang berlibur bersama keluarganya di sebuah resort dekat pantai. Dia sedang berenang bersama anjingnya saat Seekor ikan Hiu menyerang dan melukainya. Meskipun sempat diselamatkan namun dia tewas karena kehabisan darah serta banyak luka robek di sekujur tubuhnya.
Charles Epting Vansant, 1892 - 1916
Pada 6 Juli 1916: korban berikutnya adalah seorang Pria berusia 27 tahun bernama Charles Bruder. Dia diserang oleh ikan Hiu tidak jauh dari lokasi serangan Hiu pertama terjadi, yaitu 45 mil jauhnya dari Spring Lake. Perut Charlers Bruder robek dan kedua kakinya hilang. Seorang wanita yang melihat kejadian itu dari pinggir pantai dilaporkan sempat berteriak kalau di tengah laut ada Perahu warna merah tenggelam. Dia tidak sadar kalau “perahu merah” yang dilihatnya adalah genangan darah Charles Bruder. Ajaibnya Charles bisa bertahan hidup cukup lama dan sempat menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada regu penolong, namun setelah itu dia langsung koma dan akhirnya meninggal dunia. 
Makam Charles Bruder saat ini
Rangkaian peristiwa Serangan Hiu yang menggemparkan pada masa itu lalu menginspirasi Film  era 70-an berjudul “Jaws” yang menceritakan serangan ikan Hiu putih di pantai Jersey. Namun banyak yang percaya kalau yang menyerang manusia waktu itu adalah Ikan Hiu Banteng
Film "Jaws" terinspirasi Kisah Hiu Jersey, 1916
SERANGAN HIU DI SUNGAI MATTAWAN
Pada 12 Juli 1916, Hari dimana tiga serangan ikan Hiu terjadi dan dua diantaranya terjadi di Sungai Mattawan dekat pelabuhan utama Kota. Serangan ini mematahkan teori waktu itu kalau Ikan Hiu tidak akan berenang dekat muara sungai. Sebelum peristiwa itu terjadi, Ikan Hiu tersebut sempat terlihat oleh seorang mantan Kapten Laut dan dia sempat memperingatkan warga sekitar sungai namun tak ada yang mempercayainya.
Dua korban serangan Hiu di sungai Mattawan
Seorang anak berusia 11 tahun penderita Epilepsi bernama Lester Stillwell sedang menyelam bersama temannya kala itu, namun seekor Hiu tiba-tiba menyerang dan membunuhnya. Melihat kejadian itu, teman Lester langsung lari telanjang bulat menuju kota untuk memberitahu warga akan adanya serangan ikan Hiu. Namun saat usaha penyelamatan Lester berlangsung, seorang warga berusia 24 tahun, bernama Watson Stanley Fisher, juga diserang ikan Hiu. Meskipun sempat ditolong, Watson akhirnya tewas karena kehabisan darah.
Laporan forensik peristiwa 1916
Tidak lama kemudian, sekitar 30 menit setelah kejadian itu, Hiu itu kembali menyerang manusia di lokasi yang berjarak 500 mil dari lokasi Kedua. Seorang anak berusia 14 tahun bernama Joseph Dunn menjadi korban yang ketiga. Beruntung Joseph sempat ditolong oleh ibu dan saudaranya setelah sempat berjuang menyelamatkan diri. Meski begitu, Joseph harus merelakan kehilangan kedua kakinya, namun beruntung dia menjadi satu-satunya korban yang selamat.

Pada 14 Juli 1916: Seorang pria bernama Michael Schleisser, berhasil menangkap dan membunuh seekor Hiu putih besar yang masih muda, didekat Muara sungai. Ketika isi perut sang hiu di buka, ditemukan sisa-sisa makanan yang diidentifikasi oleh para peneliti sebagai bagian organ tubuh manusia. Setelah kejadian itu,  serangan ikan Hiu tidak pernah lagi terjadi.
Michael Schleisser saat menangkap Hiu putih, 1916
Pola Hidup Ikan Hiu yang terus berevolusi terus diamati oleh para peneliti. Di masa lampau, Para peneliti dan Ahli ikan memberikan hasil penelitiannya hanya sebatas teori dan pendapat semata. Serangan Hiu di tahun 1916, telah membuka mata para Ilmuwan tentang pentingnya mempelajari prilaku Hiu yang masih terus berjalan hingga saat ini.

Boleh dibilang bahwa Peristiwa Serangan Hiu dipantai Jersey pada 1916, menjadi cikal bakal lahirnya studi tentang ikan Hiu.


Berikut adalah Video, mengapa Hiu merupakan hewan yang berbahaya.


So, Guys..Tetap waspada jika berada di pantai.. :)