Pages

Subscribe:

August 25, 2014

Ahli Fisiologi berhasil membuat Scanner Otak di tahun 1882



Seorang ahli fisiologi bernama Angelo Mosso, tercatat berhasil merakit sebuah mesin yang mampu men-scan susunan jaringan otak. Hebatnya, alat tersebut ternyata dibuatnya pada tahun 1882, dimana teknologi pada saat itu, belum mampu menjangkaunya!.
Angelo Mosso, membuat "Brain Scanner" pada 1882
Mosso membuat alat yang mampu mengobservasi cara kerja otak kita berdasarkan berat kepala manusia. Meskipun terdapat beberapa kekurangan , namun Mesin yang pada waktu itu mampu mendeteksi keseimbangan kerja otak manusia, ternyata bisa memecahkan berbagai konsep dasar dari ilmu syaraf jauh sebelum lahirnya ilmu kesehatan modern.

Alat Mosso terdiri dari semacam “papan keseimbangan”  khusus yang dibuat dari papan kayu panjang, dimana subjek yang akan diukur ditempatkan secara hati-hati di bagian tengah dalam posisi seimbang, sehingga nantinya bisa diketahui secara detail jika terjadi perubahan berat yang terdistribusi pada papan. 
Mesin observasi Otak buatan Mosso,1882
Menurut Pakar Psikologi, David Field, alat Mosso ini lebih mirip “alat penyiksaan” di abad pertengahan karena dilengkapi juga dengan tali pengikat untuk mencegah pasien tidak terlalu banyak bergerak atau memberontak.

 
Pasien yang akan diperiksa terlebih dahulu dibaringkan diatas papan kayu. Selanjutnya Mosso akan membunyikan lonceng agar otak pasien bekerja keras memproses bunyi lonceng, dimana sirkulasi darah di otak akan lebih cepat, dan perubahan berat kepala pasien akan menyebabkan ujung papan bergerak ke satu arah. 
Ilustrasi Posisi Pasien di alat buatan Mosso

Bandingkan dengan MRI Scan, yang fungsinya sama ini.

Menurut Mosso, mesinnya ini bekerja sesuai yang dia perkirakan. Menurut Psikolog bernama Russ Poldrack, Mesin ini telah membuat kita tercengang, karena kita bisa melihat percobaan yang bisa kita lihat langsung hasilnya hanya dengan instrumen sederhana. Beda dengan alat Scan otak saat ini, dimana hasilnya Cuma sebatas data angka dan gambar dilayar saja. 
  

0 comments:

Post a Comment